Fatwa Lajnah Daimah : Rukun-Rukun Islam (9)
February 27, 2013
Hadis 2 Kitabul Jaami’ : Melihat Kepada yang Lebih Rendah (2)
March 3, 2013

Hadis 2 Kitabul Jaami’ : Melihat Kepada yang Lebih Rendah (1)

Oleh : Al Ustadz Ridwan Hamidi, Lc., M.P.I

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ. (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ).

Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian, karena hal itu lebih pantas agar kalian tidak menganggap rendah nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada kalian.” (Muttafaq ‘Alaihi).

 

 

Takhrij Hadits:

Hadits dengan redaksi seperti yang disebutkan oleh Imam Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani ini, adalah redaksi hadits yang terdapat di Shahih Muslim no. 2963. Sedangkan yang terdapat di Shahih Bukhari, Kitab Ar Riqooq, Bab Liyan-zhur ilaa man huwa asfala minhu walaa yanzhur ilaa man huwa fawqohu, no. 6490 dan Shahih Muslim, Kitab az Zuhd wa ar Roqo-iq, Bab  no. 2963 dengan lafadz yang sama adalah dengan redaksi sebagai berikut:

 

“Jika salah seorang diantara kalian melihat kepada orang diberikan kelebihan harta dan penampilan lahiriah, maka hendaklah ia melihat orang yang berada di bawahnya.”

 

 

Kedudukan Hadits ini:

Hadits ini merupakan salah satu hadits penting dalam agama yang mulia ini.

Hadits ini adalah obat dari berbagai penyakit, seperti hasad (iri, dengki) dan sejenisnya. (Tathriiz Riyadlish Shalihin, hal. 316).


إِذَا نَظَرَ أَحَدُكُمْ إِلَى مَنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ فِي الْمَالِ وَالْخَلْقِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْهُ

Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari rahimahullaah menjelaskan hadits di atas, “Ini merupakan hadits yang mengumpulkan berbagai kebaikan. Karena bila seorang hamba melihat orang yang di atasnya dalam kebaikan, ia menuntut jiwanya untuk ikut bergabung dengan orang yang dilihatnya tersebut. Ia pun mengecilkan keadaannya ketika itu, sehingga ia bersungguh-sungguh untuk menambah kebaikan. Bila dalam perkara dunianya ia melihat kepada orang yang di bawahnya, akan tampak baginya nikmat Allah Ta’ala yang terlimpah padanya, maka mendorong jiwanya bersyukur. Inilah makna ucapan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam di atas. Bila seseorang tidak melakukan anjuran Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam tersebut maka keadaannya jadi sebaliknya. Ia terkagum-kagum dengan amalannya sehingga ia malas menambah kebaikan. Ia membelalakkan kedua matanya pada dunia dan berambisi untuk menambahnya. Nikmat Allah Ta’ala yang diperolehnya pun diremehkan dan tidak ditunaikan haknya.” (Ikmaalul Mu’lim bi Fawaa’id Muslim, 8/515).

bersambung…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ISI CAPTCHA *