Serial Perang Badar: Ketaatan untuk Sebuah Kemenangan (Episode 2)
March 9, 2013
Fatwa Lajnah Daimah : Rukun-Rukun Islam (10)
March 12, 2013

Fatwa Lajnah Daimah : Rukun-Rukun Islam (11)

Fatwa Lajnah Daimah

Oleh : Ustadz Dede Iskandar

1. Apakah Khidir seorang Nabi?

Pertanyaan: Khidir seorang nabi atau seorang laki-laki saleh?

Jawaban: Betul, sesungguhnya Khidir ‘Alaihissalam adalah seorang nabi sebagaimana telah Allah Ta`ala sebutkan dalam surat Al-Kahfi dari kisahnya bersama Musa ‘Alaihissalam. Maka dalam kisah itu bahwasanya dia menenggelamkan kapal yang dipergunakan oleh orang-orang miskin untuk bekerja di laut, dan membunuh anak kecil yang belum melakukan perbuatan jahat, dan membuat dinding untuk dua anak yatim tanpa ada upahnya di sebuah kampung yang oleh keluarganya enggan untuk menafkahi keduanya. Dan Musa ‘Alaihissalam mengingkari semua apa yang dilakukan oleh Khidir tersebut, kemudian Khidir menjelaskan sebab kenapa dia melakukan itu. Dan ini merupakan sebab yang terakhir untuk Musa ikut bersama Khidir ‘Alaihissalam. Dan akhir kisah kemudian, Khidir ‘Alaihissalam menjelaskan bahwa itu semua merupakan wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta`ala, dan itu sebagaimana telah Allah kabarkan dalam firman-Nya:

أَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنزٌ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَن يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنزَهُمَا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ ۚ وَمَا فَعَلْتُهُ عَنْ أَمْرِي ۚ ذَٰلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِع عَّلَيْهِ صَبْرًا

Artinya:

Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.”(Al-Kahfi:82)

وبالله التوفيق. وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم .

Fatawa lajnah daimah-kumpulan pertama- jilid ke 3- halaman no:286

2. Syafaat Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam tetap dalam Al-Qur`an

Pertanyaan: Bagaimana Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam memberi syafa’at bagi umatnya ketika berada dihadapan Rabbny pada hari kiamat, dan bagaimana sahabat, dan orang-orang saleh, para malaikat memberi syafa’at bagi orang-orang yang melakukan perbuatan dosa, berdasarkan hadis: “Syafa’atku untuk orang-orang yang melakukan dosa besar dari umatku.” Apakah sanadnya benar serta apa artinya apabila dikatakan shahih hadisnya?

Jawaban: Syafa’at Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dan syafa’at orang-orang yang saleh pada hari kiamat ketetapannya ada dalam Al-Qur`an, dan sungguh telah ada landasannya dalam hadis-hadis shahih untuk menafsirkan apa-apa yang datang dari Al-Qur`an, dan diantaranya hadis yang menujukan pada pertanyaan Anda dan itu banyak jenisnya. Dan berkata Syaikh Abdurrahman bin Hasan Rahimahullah dalam kitab Fathul Majid, dan Ibnul Qoyyim juga menyebutkan bahwasanya syafa’at itu ada enam macam:

Pertama: Syafa’at Kubro yang merupakan sya’afat yang dimintai dari para rosul ulul azmi sampai yang terakhir adalah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam yang bisa memberikan syafa’at ini, maka beliau berkata, “Akulah yang bisa memberikan syafa’at”, dan itu ketika semua makhluk menginginkan syafaat dari para nabi-nabi untuk memberikan syafaat kepada mereka sampai pada tuhan Nya sehingga memberikan ketenangan ditempat kedudukan mereka di hari kiyamat, dan syafaat ini khusus bagi nabi sholallhu alaihi wasalam yang tidak ada seorang pun yang menyerupainya. Kedua: syafaat nya bagi ahli surga untuk memasukinya, dan telah disebutkan oleh abu hurairah dalam hadis yang panjang riwayat bukhori dan muslim,dan yang ketiga; syafaat nya bagi kaum yang melakukan perbuatan maksiat dari umat nya dan telah berhaq untuk masuk neraka disebabkan oleh dosa-dosanya kemudian diberi syafaat untuk tidak memasuki nya. Ke empat: syafaat nya bagi pelaku maksiat dari ahli tauhid yang telah masuk neraka disebabkan karena dosa-dosanya, dan hadis-hadis tentang itu diriwayatkan secara mutawatir dari nabi sholallahu alaihi wasalam, dan para sahabat dan para ahlu sunah telah berijma akan hal itu serta mereka membidahkan barang siapa yang mengingkarinya, dan mereka meneriakan dengan kencang setiap ada yang mengingkarinya dan memanggil nya dengan ahlu dholal, yang kelima: syafaat nya untuk golongan ahlu surga dalam menambah pahala dan meninggikan derajat mereka, dan ini merupakan masalah yang tidak di perselisihkan oleh siapapun, dan itu semua husus bagi golongan ahlul ihlas yang tidak menjadikan wali dan pemberi syafaat selain allah, sebagaimana firman allah:

وَأَنذِرْ بِهِ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَن يُحْشَرُوا إِلَىٰ رَبِّهِمْ ۙ لَيْسَ لَهُم مِّن دُونِهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Artinya: Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat), sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafa’atpun selain daripada Allah, agar mereka bertakwa.(al-an`am:51)

Yang ke enam: syafaat nya bagi sebagian orang-orang kafir dari golongan ahli neraka sehingga meringankan azab nya, dan ini husus untuk abi tholib saja.

وبالله التوفيق. وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم .

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو عضو نائب رئيس اللجنة الرئيس

عبد الله بن قعود

عبد الله بن غديان عبد الرزاق عفيفي عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Fatawa lajnah daimah-kumpulan pertama- jilid ke 3- halaman no:470

3.apabila anak kecil meninggal dan dalam usia satu tahun dia menjadi syafaat untuk kedua orang tuanya.

Pertanyaan: apakah anak kecil apabila meniggal dunia dalam usia satu tahun menjadi syafaat bagi kedua orang tuanya dan ibu bapak kedua orang tuanya?

Jawab: allah akan memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya, adapun syafaat bagi ibu bapak kedua orang tuanya maka hanya allah yang tau ilmu nya.

وبالله التوفيق. وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم .

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو عضو نائب رئيس اللجنة الرئيس

عبد الله بن قعود

عبد الله بن غديان عبد الرزاق عفيفي عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Fatawa lajnah daimah-kumpulan pertama- jilid ke 3- halaman no:474

4.syarah hadis” seandainya kalian bertawakal kepada allah dengan sebenar-benar nya tawakal”

Pertanyaan: saya ingin penjelasan yang lengkap untuk hadis ini sehingga kita memahami nya dengan benar” seandainya kalian bertawakal kepada allah dengan tawakal yang benar niscaya kalian akan mendapatkan rizki sebagagai mana se ekor burung yang terbang di pagi hari dengan keadaan lapar dan kembali sore hari dengan kenyang”

Jawaban: hadis dari umar rhodiallahu anhu dari nabi sholallahu alaihi wasalam” seandainya kalian bertawakal kepada allah dengan tawakal yang benar niscaya kalian akan mendapatkan rizki sebagagai mana se ekor burung yang terbang di pagi hari dengan keadaan lapar dan kembali sore hari dengan kenyang” yang diriwayatkan oleh imam ahmad, turmudzi,nasa`I,ibnu majah, ibnu hiban dan hakim, dan berkata turmudzi: hadis ini hasan sohih. Hakikat tawakul yaitu membenarkan ketergantungan hati kepada allah azza wajala dalam mendatangkan kemaslahatan dan mencegah kemudhorotan dari urusan-urusan dunia dan akhirat. Dan arti hadis bahwa sanya manusia kalau merealisasikan ketawakalan kepada allah dengan hati-hati mereka dan menyandarkan kepadanya dengan penyandaran yang benar dalam segala aspek nya dalam mendatangkan kemaslahatan untuk mereka dan mencegah kemudhorotan dengan mengambil sebab-sebab yang bermanfaat dan

dibolehkan maka mereka akan mendapatkan rizki yang mereka inginkan dengan sebab yang paling kecil. Sebagai mana diberikan rizki bagi se ekor burung hanya dengan sebatas berangkat pagi dan kembali petang, dan ini merupakan jenis dianjurkan( diminta) akan tetapi ini bagian terkecil nya, dan perealisasian tawakal tidak meniadakan langkah untuk mengambil sebab-sebab yang telah allah taqdirkan dalam segala keputusan nya dan jadi sunatullah dalam ciptaan Nya, oleh karena itu sesungguh nya allah telah memerintahkan untuk mencari sebab-sebab dengan menggandengkan perintah tawakal, maka berjalan mencari sebab-sebab dengan anggota badan dibarengi dengan tawkal dengan hati merupakan sebuah keimanan. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ هَمَّ قَوْمٌ أَن يَبْسُطُوا إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ فَكَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنكُمْ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal.(al-maidah:11)

Maka menjadikan ketawakalan bersama taqwa adalah dengan menggunakan sebab-sebab yang diperintahkan, dan tawakal tanpa mengunakan sebab-sebab yang diperintahkan hanya sebuah kelemah saja walaupun itu masuk kedalam tawakal. Maka tidak pantas bagi seorang hamba menjadikan ketawakalan nya lemah dan jangan lemah dalam bertawakal, akan tetapi menjadikan ketawakalannya bagian dari sebab-sebab yang tidak akan sempurna tujuan itu kecuali hanya dengan nya.

وبالله التوفيق. وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو نائب رئيس اللجنة الرئيس

عبد الله بن غديان

عبد الرزاق عفيفي عبد العزيز بن عبد الله بن باز

فتاوى اللجنة الدائمة – المجموعة الأولى – المجلد الأول – الصفحة رقم: 379

Fatawa lajnah daimah-kumpulan pertama- jilid ke 1- halaman no:379

5.mengambil sebab tanpa dibarengi tawakal kepada allah

Pertanyaan: apa hukum orang yang mengambil sebab dan tidak bertawakal kepada allah subhanahu wata`ala, dan apa pula hukum nya bagi orang yang bertawakal kepada alllah tanpa mengambil sebab terlebih dahulu?

Jawaban: wajib bagi seorang muslim untuk bertawakal kepada allah dibarengi dengan mengambil sebab-sebab yang bermanfaat, dan tidak boleh meninggalkan sebab-sebab dengan alasan hanya

bertawakal saja, karena tidak saling meniadakan diantara keduanya, dan sesungguhnya allah telah mensyariatkan untuk menjadikan sebab bersama tawakal kepada Nya.

وبالله التوفيق ، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم .

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو عضو عضو نائب الرئيس الرئيس

بكر أبو زيد

صالح الفوزان عبد الله بن غديان عبد العزيز آل الشيخ عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Fatawa lajnah daimah-kumpulan kedua- jilid ke 1- halaman no:134

6.mengetahui jenis bayi

Pertanyaan: tersebar diantara sebagian wanita selembar kertas, yang dinamakan dengan” jadwal cina”, dan didalam nya ada penentuan jenis bayi apakah dia laki-laki atau perempuan dari cara mengetahui umur sang ibu dan mengetahui bulan kelahiran nya yang nampak ketika awal kehamilan, sesusai gambaran yang disertai dengan pertanyaan. Maka apakah ini memungkin kan bagi para dokter untuk menentukan jenis bayi, dan apakah hukum syariatnya menurut pandangan anda dalam jadwal ini dan yang semisal nya? Terimakasih semoga allah memberikan balasan kepada anda dari agama islam dan orang-orang muslim dengan sebaik-baik nya balasan.

Jawaban: mengetahui jenis bayi apakah itu jenis laki-laki atau perempuan sebelum penciptaan nya tidak ada seorang pun yang tahu kecuali allah subhanu wata`ala, dan ada pun setelah diciptakan nya maka mungkin dengan perantaraan ilmu kedokteran yang allah berikan kemampuan bagi ciptaan Nya.

Dan ada pun penentuan jenis dengan ditunjukan kepada nya, maka itu adalah bohong dan batil, karena sesungguhnya itu merupakan sangkaan terhadap sesuatu yang gaib tidak ada yang mengetahui nya kecuali allah, dan wajib untuk merusak jadwal ini dan tidak menyebarkan nya diantara manusia.

وبالله التوفيق ، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم .

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو عضو الرئيس

عبد الله بن غديان

صالح الفوزان عبد العزيز بن عبد الله آل الشيخ

Fatawa lajnah daimah-kumpulan kedua- jilid ke 2- halaman no:17

7.penggunaan jin dan meminta kehadiran nya dengan do`a, jampe-jampe serta dzikir

Pertanyaan: apa konkrit nya menghadirkan arwah, dasar pembicara: dengan kemungkinan meminta do`a atau menghadirkan ruh dari alam lain dengan perantaraan seseorang atau para normal( orang pintar)? Bagaimana peranan agama dari masalah yang nampak ini serta sejauh mana kebenaran nya dan saya berharap perkataan yang diperkuat dengan ayat-ayat al-qur`an atau hadis-hadis nabi atau kisah tentang masalah ini?

Jawaban: sesungguhnya itu merupakan sesuatu yang telah diketahui dengan bahwa sanya itu penggunaan jin atau menghadirkan nya dengan do`a-do`a dan dzikir-dzikir yang di lakukan oleh orang yang memintanya untuk datang, dan itu merupakan jenis sulap dan perdukunan dan hukum nya dilarang menurut syar`i, dank arena didalam banyak terdapat kesyirikan, kebohongan serta sangkaan mengetahui hal yang gaib atau semisal nya, allah ta`ala berfirman:

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

Artinya: dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.(al-jin:6)

Dan allah berfirman:

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُم مِّنَ الْإِنسِ ۖ وَقَالَ أَوْلِيَاؤُهُم مِّنَ الْإِنسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا الَّذِي أَجَّلْتَ لَنَا ۚ قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ( 128) وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ(129)

Artinya: Dan (ingatlah) hari diwaktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (dan Allah berfirman): “Hai golongan jin, sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia”, lalu berkatalah kawan-kawan meraka dari golongan manusia: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami”. Allah berfirman: “Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)”. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.(128) Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebahagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan.(129) (qs.a-lan`am)

Dan imam buhori meriwayatkan didalam sohih nya dari abu huroiroh rhodiallahu anhu dari nabi sholallahua alaihi wasalam bersabda: apabila allah menetapkan hukum dilangit maka para malaikat menggulungkan sayap nya merendahkan diri setelah mendengar firman allah, seakan -akan rantai yang membelenggu batu besar yang merintahkan mereka.

Allah berfirman:

وَلَا تَنفَعُ الشَّفَاعَةُ عِندَهُ إِلَّا لِمَنْ أَذِنَ لَهُ ۚ حَتَّىٰ إِذَا فُزِّعَ عَن قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ ۖ قَالُوا الْحَقَّ ۖ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

artinya: Dan tiadalah berguna syafa’at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafa’at itu, sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata “Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?” Mereka menjawab: (Perkataan) yang benar”, dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.(as-saba:23)

maka jin (mustarqi assama)yang mendengar firman allah di langit saling mengabarkan pada yang lain nya yang ada di bawah nya kabar yang telah berubah-ubah dari pendengar yang pertama sampai yang terkhir hingga sampai kabar bohong itu sampai pada dukun dan para penyihir, dan terkadang mereka terkena sambaran kilat sebelum menyampaikan nya, maka mereka berbohong dengan seratus kali kebohongan atas apa yang mereka dengar dari kabar dilangit, serta dikatakan: bukan kah telah dikatakan kepada kita pada suatu hari anu dan anu, maka dipercaya lah kabar bohong tersebut yang di dengar dari langit.

وبالله التوفيق. وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو نائب رئيس اللجنة الرئيس

عبد الله بن غديان

عبد الرزاق عفيفي عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Fatawa lajnah daimah-kumpulan pertama- jilid ke 1- halaman no:644

8.perbedaan antara sumpah atas nama selain allah dari segi makna dan dzat nya

Pertanyaan: apakah sumpah dengan selain allah tabaroka wata`ala dari segi makna tidak mengandung syirik, serta sumpah dengan selain allah tabaroka wata`ala dari segi dat nya mengandung kesyirikan?

Jawaban: sumpah dengan selain allah merupakan syirik kecil, sebagai mana yang diriwayatkan oleh imam ahmad, abu daud dam turmuzi, dan di hasankan derajat hadis nya: bahwa sanya rosulullah sholallahu alaihi wasalam bersabda: barang siapa yang bersumpah dengan selain allah maka sungguh telah menjadi kafir atau telah menyekutukan nya”, dan apabila maksud dari sumpah nya itu mengagungkan yang dijadikan sumpah seperti keagungan allah maka itu adalah syirik besar, baik itu bersumpah dengan dzat atau dengan makna nya semua nya itu tidak boleh.

وبالله التوفيق ، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم .

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو عضو عضو عضو الرئيس

بكر أبو زيد

عبد العزيز آل الشيخ صالح الفوزان عبد الله بن غديان عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Fatawa lajnah daimah-kumpulan kedua- jilid ke 1- halaman no:129

9.sumpah dengan amanah(kepercayaan)

Pertanyaan: sesungguhnya kita ketika berbelanja sesuatu barang dari penjual kita katakan kepadanya: berapakah ini harga nya?maka berkata: seharga ini. Kemudian kita katakan padanya: dengan amanah berapa harganya? Atau saya bertanya kerena allah berapa harganya? Atau dengan kekuasaan allah berapa harga nya? Apa hukum nya dalam tiga perumpamaan tadi?

Jawaban: tidak boleh bersumpah dengan selain allah, tidak dengan amanah dan tidak pula dengan yang lain nya. Sebagai mana perkataan nabi sholallahu alaihi wasalam:” barang siapa yang bersumpah dengan selain allah maka sesungguh nya telah menjadi kafir atau menyekutukan dengan yang lain nya.

وبالله التوفيق ، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم .

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو عضو عضو نائب الرئيس الرئيس

بكر أبو زيد

صالح الفوزان عبد الله بن غديان عبد العزيز آل الشيخ عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Fatawa lajnah daimah-kumpulan kedua- jilid ke 1- halaman no:136

10.tidak boleh berangan-angan kematian

Pertanyaan: saya seorang pemuda yang dihapakan pada permasalahan diri yang sulit untuk mencapai tujuan, dan saya dari dulu sampai sekarang berangan-angan kematian agar merasa nyaman, maka apakah itu boleh? Dan apa yang harus saya perbuat; karena agama ku dan islam ku lemah dan keluarga ku mencela ku bahkan seluruh manusia mencelaku?

Jawaban: tidak boleh bagi kamu berangan-angan kematian; berdasarkan keumuman sabda rosulullah sholallhu alaihi wasalam: tidak boleh bagi salah seorang diantara kalian berangan-angan kematian karena disebabkan penyakit yang menimpanya maka apabila tidak ada jalan lain katakana lah: ya allah hidupkan lah aku apabila dengan hidup itu aku lebih baik, dan matikan lah aku apabila kematian itu lebih baik bagi ku”.

Dan kami menasihatkan kepada mu dengan bertaubat dan memperbanyak istigfar, serta perbanyak lah ketaatan, dan menjaga yang fardu, mendekati orang-orang yang baik dan banyak duduk

bersama mereka, serta menjauhi kumpulan orang-orang yang selalu melakukan keburukan, dan semoga allah memberikan kesehatan kepadamu dan melapangkan hati mu untuk kebenaran.

وبالله التوفيق. وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو نائب رئيس اللجنة الرئيس

عبد الله بن غديان

عبد الرزاق عفيفي عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Fatawa lajnah daimah-kumpulan pertama- jilid ke 3- halaman no:523

viagra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ISI CAPTCHA *