Keutamaan Mempelajari Sirah Nabawiyah (2)

Keutamaan Mempelajari Sirah Nabawiyah (1)
November 12, 2016
Keutamaan Mempelajari Sirah Nabawiyah (3)
November 14, 2016

Keutamaan Mempelajari Sirah Nabawiyah (2)

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّـهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّـهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّـهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rosululloh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Alloh” (QS. Al Ahzab [33] : 22)

            Sebagai seorang muslim tentu sangat memahami bahwa kita memiliki suri teladan dalam meniti agama ini. Siapa yang tidak mengenal sosok terbaik dengan akhlak yang paling mulia di seluruh zaman ?. Dengan fisik dan hati yang sempurna, Alloh telah memilih Muhammad sebagai pelita yang membawa umat manusia dari lembah kegelapan  menuju cahaya yang terang benderang. Dalam periode kurang lebih 22 tahun beliau berhasil mengubah masyarakat yang tidak pernah dipandang sedikitpun oleh para penguasa di masanya menjadi kaum yang sangat disegani karena ketinggian akhlak dan budi pekertinya. Dihormati karena berpegang dengan teguh agamanya. Disegani karena tidak menjadikan dunia menjadi tujuan utamanya sekalipun dunia telah berada pada genggamannya. Ditakuti karena ketangguhannya di medan laga.

Tidaklah kesempurnaan menjadikan beliau menjadi sosok yang melebihi makhluk seperti malaikat yang tidak pernah berbuat kesalahan. Beliau adalah manusia biasa yang perilaku dan akhlaknya dapat ditiru oleh seluruh manusia dan ajaran yang dibawanya yakni Islam menjadi rahmat bagi seluruh semesta. Tak heran jika ada siapa saja yang berani merendahkan kehormatannya maka umatnya yang selalu mencintainya akan bergerak dan siap untuk menghunuskan pedang membela kehormatannya.

Pada artikel sebelumnya telah diberikan pendahuluan salah satu sebab umat ini kehilangan arah dan pegangan adalah karena tidak pernah mengenal Nabinya. Bukan sekedar mengenal bahwa Nabi kita adalah Muhammad Sholallohu alaihi wa Salam akan tetapi betul-betul mempelajari seluk beluk kehidupannya dari mulai kecil hingga wafat. Apa saja yang telah dilaluinya ?. Bagaimana beliau berinteraksi kepada orang-orang muslim ?. Bagaimana dengan orang-orang kafir ?. Bagaimana beliau bergaul dengan anak-anak kecil ?. Bagaimana beliau membina keluarga ?. Bagaimana beliau mentarbiyah sahabat-sahabatnya ?. Sebagaimana firman Alloh yang telah dinukil di awal tulisan bahwa Nabi Muhammad adalah suri teladan.

  1. Struktur Penulisan

Tulisan ini merupakan tulisan yang bersambung oleh karena itu perlu saya jelaskan struktur penulisan yang ada agar memudahkan di dalam memahami.  Awal tulisan dimulai dengan kisah yang melatarbelakangi perlunya dan kenapa kita harus membahas pentingnya Sirah Nabawiyah. Kemudian pada tulisan kedua ini akan saya mulai dengan pembahasan istilah As-Sirah An-Nabawiyah dari sisi etimologis / bahasa dan dari sisi terminologis. Selanjutnya artikel ini akan bersambung pada apa saja keutamaan mempelajari Sirah Nabawiyah. Tiap-tiap poin akan diberikan penjelasan dengan detil. Akhir tulisan adalah kesimpulan.

  1. Pengertian As-Sirah An-Nabawiyah

Kata Sirah secara etimologis bermakna perjalanan, adapun pengertian secara terminologis adalah perjalanan kehidupan seseorang. Huruf alif lam yang menyertai As-Sirah berarti perjalanan hidup seseorang yang akan dibahas. Kata Nabawiyah bermakna kenabian. Adanya huruf alif lam pada kata An-Nabawiyah bermakna Nabi tertentu dan disini tentunya bermakna Nabi Muhammad Sholallohu alaihi wa Salam.

  1. Keutamaan Mempelajari Sirah Nabawiyah

4.1. Mengenal Karakteristik Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi wa Salam

            Jika seorang muslim ditanya siapa Nabimu ?. Maka akan dijawab Muhammad Sholallohu Alaihi wa Salam. Jika ditanya bagaimana ciri-ciri beliau ?. Mereka bisa menjawab banyak hal dari mulai akhlak dan perilaku, pemimpin umat Islam dan lainnya. Tapi bagaimana jika ditanya ciri fisik beliau ?. Hampir sebagian besar orang tidak mengetahui ciri fisik beliau. Bagaimana bentuk matanya ?. Bagaimana tinggi badannya ?. Bagaimana rambutnya ?. Kenapa ini menjadi penting ?. Dengan mengetahui karakteristik Nabi maka kita akan menjadi tahu apabila kita bermimpi bertemu dengan beliau sebagaimana disebutkan dalam hadits Shahih Bukhari berikut.

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَقَدْ رَآنِي فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَخَيَّلُ بِي وَرُؤْيَا الْمُؤْمِنِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ

“Dari Anas radliallahu ‘anhu mengatakan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa melihatku dalam mimpi, berarti ia telah melihatku, sebab setan tidak bisa menjelma sepertiku, dan mimpi seorang mukmin adalah sebagian dari empat puluh enam bagian kenabian.” (Ensiklopedi Hadits Kitab 9 Imam, Shahih Bukhari : 6479)

            Jika ada yang mengatakan mimpi bertemu dengan Nabi Muhammad Sholallohu Alaihi wa Salam maka tanyakanlah ciri-cirinya sebagaimana Ibnu Sirin menanyakan seseorang yang menyebutkan pernah bermimpi bertemu Nabi. Setan tidak pernah bisa menjelma menjadi Nabi Muhammad Sholallohu Alaihi wa Salam akan tetapi setan bisa berbohong dalam mimpi dan mengaku sebagai Nabi. Dengan mengetahui ciri-ciri fisiknya maka dengan mudah kita mengetahui apakah benar kita bermimpi bertemu dengan Nabi atau tidak.

            Rosululloh adalah manusia yang paling mulia yang bahkan namanya selalu disebutkan bergandengan setelah lafadz Alloh. Alloh telah memujinya, meninggikan namanya dan mengabadikanya pada beberapa tempat. Sebagai contoh pada syahadat, pada lafadz adzan dan iqomah, di dalam solat bahkan di dalam Al-Quran juga disebutkan. Hal ini tertera jelas dalam firman Alloh:

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ

“Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu” (QS. Al-Sharh [94] : 4)

            Syaikh As-Sa’di dalam tafsirnya bahkan menyebutkan tentang ayat ini bahwa nama beliau tidak hanya selalu disebutkan dalam khutbah namun juga tersimpan dalam dada umatnya yang mencintainya dengan penuh penghormatan dan pengagungan.

            Tidak ada satu khutbah pun kecuali nama beliau akan disebutkan selepas kita memuji Alloh atas rahmat dan hidayahnya dalam bentuk sholawat. Rosululloh adalah manusia yang memiliki kasih sayang kepada seluruh alam. Alloh telah mengutusnya dengan penuh rahmat. Pengutusan Nabi Muhammad sendiri adalah rahmat dan beliau adalah pembawa pesan yang penuh dengan rahmat. Ajarannya adalah rahmat dan segala hal yang ada pada diri beliau adalah rahmat dan inilah yang dimaksud dengan rahmatan lil alamin.

Bersambung…

Referensi:

  1. Al-Quran
  2. Ensiklopedi Hadits Kitab 9 Imam Lidwa Pusaka
  3. https://islamqa.info/en/23367 diakses 22 Oktober 2016
  4. Taisir Al-Karim Ar-Rahman fi Tafsir Al-Kalam Al-Mannan karya As-Sa’di

19 Muharram 1438 – 20 Oktober 2016

Ustadz Andrey Ferriyan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *