Mengakrabkan Diri Dengan al-Qur’an
July 20, 2017
Islam Tak Sekedar Identitas
July 21, 2017

Melatih Anak Gemar Bersedekah

Melatih Anak Gemar Bersedekah

Oleh Ustadz Ir. Muhammad Qasim Saguni, MA.

Salah satu sifat terpuji yang hendaknya ditanamkan pada anak-anak sejak dini adalah gemar berderma, gemar berbagi, gemar bersedekah. Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam merupakan pelopor dan teladan terbaik terhadap sifat ini.

Selain menjadi pelopor dan contoh dalam berbagi, beliau juga sangat gigih mendidik dan menanamkan sifat ini kepada sahabat-sahabatnya. Beliau banyak membacakan dan mengajarkan ayat-ayat Allah tentang keutamaan dan pentingnya bersedekah, diantaranya dapat dilihat di dalam al-Qur’an Surat: Al-Baqarah (2) ayat 261, ayat 274, Al-Ahzab (33) ayat 35, Al-Hadid (57) ayat 18 dan lain-lain.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memberikan jaminan bahwa harta tidak akan berkurang dengan sedekah.

“Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (Terjemahan HR. Muslim).

Dalam hadits lain, diriwayatkan bahwa Asma` bintu Abu Bakar radhiyallahu ‘anhuma pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, aku tidak memiliki harta kecuali apa yang dimasukkan Az-Zubair kepadaku. Apakah boleh aku menyedekahkannya?’” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bersedekahlah. Jangan engkau kumpul-kumpulkan hartamu dalam wadah dan enggan memberikan infak, niscaya Allah akan menyempitkan rezkimu.” (Terjemahan HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Bahkan kepada seorang wanita yang tidak memiliki kelapangan harta ataupun makanan, kecuali sedikit, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap memberikan motivasi untuk bersedekah dan tidak menahannya, terutama kepada tetangganya. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menyampaikan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Wahai wanita-wanita muslimah! Janganlah seorang tetangga meremehkan untuk memberikan sedekah kepada tetangganya, walaupun hanya sepotong kaki kambing.” (Terjemahan HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Secara fitrah tidak seorangpun yang simpati kepada orang yang pelit dalam berbagi dan berderma selain dirinya sendiri. Karena itu Islam mencela orang yang memiliki sifat ini. Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan salah satu bentuk celaannya, yaitu mendapatkan do’a yang negatif dari malaikat.

Imam al-Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak satu hari pun dimana seorang hamba berada padanya kecuali dua Malaikat turun kepadanya. Salah satu di antara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.’ Sedangkan yang lainnya berkata,“Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang kikir”. (Terjemahan HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ada dua cara yang paling efektif untuk menanamkan sifat gemar bersedekah pada anak-anak:

  1. Keteladanan (qudwah)

Cara yang terbaik dan utama dalam menanamkan sifat ini adalah memperlihatkan keteladanan, memperlihatkan contoh nyata pada anak, karena anak adalah “peniru setia” terhadap lingkungannya. Dalam hal ini, contoh itu dilihat langsung oleh anak dari orangtua dan guru. Bukankah metode utama yang digunakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mendidik generasi sahabat adalah dengan keteladanan. Orang bijak pun berkata: “Satu contoh lebih baik daripada seribu kata-kata nasihat”. Metode ini sangat berbekas dan sangat efektif dalam menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik pada anak. Karena itu sering-seringlah anda memperlihatkan mereka contoh berbagi pada orang lain. Misalnya pada saat memberi bantuan pada korban musibah, memberi sedekah atau hadiah pada orang lain, hadirkan pula mereka di acara-acara penggalangan dana dan perlihatkan contoh berbagi itu dari diri anda baik sebagai orang tua maupun sebagai guru.

  1. Memberikan latihan langsung

Anak-anak pada dasarnya kurang efektif mendapatkan pelajaran jika hanya teori saja, harus diiringi dengan praktek langsung. Bahkan kadang-kadang pembelajaran hanya efektif dengan praktek saja. Anak adalah experience learner, mereka adalah pelajar yang mendapatkan pelajaran langsung dengan pengalaman (baca: dialami, dipraktekkan langsung). Bukankah cara yang terbaik belajar naik sepeda adalah dengan praktek langsung? Tidak dengan teori, demikian juga belajar mengoperasikan komputer, tidak akan banyak manfaatnya apabila tidak diiringi dengan praktek langsung.

Ada beberapa cara yang bisa dipraktekkan pada anak agar terbiasa berbagi, misalnya ketika mereka ke masjid untuk menunaikan shalat Jum’at, bekali mereka uang secukupnya dan beri pesan untuk dimasukkan dalam kotak infak. Cara lain, bila anda ingin membagi kue, mintalah ia yang membagi untuk anggota keluarga yang ada, buatkan aturan main, misalnya setelah kue dibagi, masing-masing boleh mengambil bagiannya terlebih dahulu dan anak anda yang membagi mendapat giliran mengambil terakhir. Cara ini mengajarkan anak bahwa sesuatu harus dibagi. Dengan mendapatkan giliran terakhir ia akan memahami bahwa harus belajar membagi dengan adil, agar dirinya tidak kebagian potongan kue yang paling kecil atau jumlah yang paling sedikit.

Cara lain, ketika bermain di rumah bersama adiknya, didiklah mereka untuk dapat menggunakan satu benda secara bergantian. Misalnya berbagi tempat dan waktu untuk bermain game di komputer. Orang tua bisa mempersilakan anak yang lebih dahulu memiliki ide bermain game sebagai pengguna pertama. Gunakan timer atau jam dinding. Saat timer berbunyi atau jarum panjang menunjuk angka yang sudah disepakati sebagai tanda berakhirnya waktu bagi pemain pertama, berikan kesempatan selanjutnya kepada pemain kedua (anak yang lain). Jangan lupa untuk menjelaskan konsekuensi apa yang akan diterapkan bila terjadi pelanggaran bagi keduanya. Jika pemain pertama tidak mau bergantian, laksanakan konsekuensi yang telah disepakati bersama. Perlahan-lahan, mereka akan memahami konsep berbagi. Anak-anak pada dasarnya sangat taat aturan sehingga orang tua perlu membuat dan memiliki aturan yang jelas dan konsisten.

Dengan melatih anak sejak kecil untuk berbagi, bersedekah dan membantu sesama, maka diharapkan anak itu akan terbiasa dan tumbuh menjadi orang yang suka berderma. Semoga. []

(Majalah SEDEKAH PLUS, rubrik Tarbiyah, Edisi 1 Tahun I Februari 2014)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ISI CAPTCHA *