Beginilah Romantisme Ukhrawi yang Penuh kenikmatan, keberkahan dan rahmat
December 27, 2017
6 Hak sesama muslim – Bulughul Maram
July 3, 2018

6  Amalan Setelah Ramadhan Yang Seharusnya Dilakukan Dan Dilestarikan

Kesyukuran yang sangat besar diberikan Kepada Sang Pencipta Allah Ta’ala yang telah memberikan nikmat pada kita sekalian untuk merasakan indahnya berada dalam naungan Ramadan. Ibadah puasa yang merupakan kewajiban dalam bulan ini pun sebagai penambah keimanan kita semua dan akan dibalas oleh Allah Ta’ala. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bulan Ramadan telah usai, namun bukan berarti ibadah-ibadah yang dilakukan selama Ramadan juga akan usai. Justru bulan Ramadan dapat dijadikan momentum untuk hijrah agar bisa semakin baik dalam ibadah Kepada Allah Ta’ala. Oleh karenanya kita harus tetap melakukan ibadah-ibadah yang terdapat di bulan Ramadan walaupun sudah berakhir bulan Ramadan.

  1. Berpuasa Enam Hari di Bulan Syawal

Setelah berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadan maka hendaklah kita segera menyambungnya dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal. Puasa ini memiliki keutaamaan khusus yakni seakan berpuasa selama setahun penuh sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim). Keagungan yang begitu besar akan diperoleh.

Puasa ini dilakukan dengan beberapa catatan:

  1. Dimulai sejak 2 syawal sampai berakhirnya bulan syawal
  2. Boleh dilakuan berurutan atau tidak berurutan
  3. Boleh dilakukan dengan catatan puasa di bulan Ramadan sebelumnya telah diganti semua

Semoga Sang Maha Kuasa menguatkan dan memberikan kesehatan pada kita untuk melakukan ibadah ini sebelum berakhirnya bulan syawal. Karena dahsyat nya pahala yang akan diperoleh buat mereka yang menjalankan ibadah ini.

  1. Tetap Menjaga Sholat Lima Waktu dan Sholat Jama’ah

Hal yang sangat mengembirakan, tatkala memasuki Ramadan maka masjid-masjid dipenuhi dengan para tamu-tamu Allah Ta’ala, dimana mereka datang untuk bersimpuh sujud di hadapan Sang Pencipta. Walaupun sebelum Ramadan mereka termasuk orang-orang yang bolos dalam sholat bahkan enggan menjalankan sholat tapi di bulan Ramadan mereka bersemangat untuk menjaga salah satu kewajiban dalam Islam ini. Ini adalah sebuah kesyukuran yang sangat besar dan tentu hal ini kita tidak menginginkan terjadi hanya pada bulan Ramadan saja dan ditinggalkan ketika selesai Ramadan. Kita tidak menginginkan demikian.

Bukankah diantara keutamaan sholat lima waktu adalah Allah Ta’ala akan memasukkan kita ke dalam tempat yang mulia lagi sejuk. Sebagaimana Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda “Allah ‘azza wa jalla berfirman, ‘Aku wajibkan bagi umatmu sholat lima waktu. Aku berjanji pada diriku bahwa barang siapa yang menjaganya pada waktunya, Aku akan memasukkannya ke dalam surga. Adapun orang yang tidak menjaganya, maka aku tidak memiliki janji padanya’.” (HR. Sunan Ibnu Majah).

Bahkan diwajibkan para lelaki jika tidak memiliki udzur agar memenuhi panggilan adzan dalam rangka melaksanakan sholat lima waktu di masjid secara berjama’ah. Sebagaimana firman Allah Ta’ala “Dirikanlah sholat, tunaikan zakat dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk”(QS. Al Baqarah: 43). Bahkan hal ini sangat ditekankan dalam agama kita, sebagaimana hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Seorang laki-laki buta mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu dia berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku tidak memiliki orang yang menuntunku ke masjid’. Kemudian pria ini meminta pada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam agar diberi keringanan untuk shalat di rumah. Pada mulanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberi dia keringanan. Namun, tatkala dia mau berpaling, beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memanggil pria tersebut dan berkata, ‘Apakah engkau mendengar adzan ketika shalat?’ Pria buta tersebut menjawab, ‘Iya.’ Lalu beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Penuhilah panggilan tersebut’.” (HR. Muslim).

Jikalau saja seorang muslim yang buta masih diwajibkan untuk melaksanakan sholat berjamaah di Masjid maka bagaimana dengan kondisi kita hari ini yang masih diberikan nikmat berupa tubuh yang sehat. Lantas apa yang menghalangi kita untuk memenuhi seruan Sang Pencipta tersebut ? Bahkan dikisahkan sang muslim tersebut adalah seorang yang sudah tua dan rumahnya jauh dari masjid namun tetap diwajibkan untuk memenuhi sholat berjamaah, lalu bagaimana dengan kita yang hari ini masih kuat untuk berjalan bahkan dilengkapi dengan kendaraan. Lantas apa yang menghalangi kita untuk memenuhi seruan Sang Pencipta tersebut ? Mari kita berupaya menjalanakan kewajiban ini.

  1. Memperbanyak Puasa Sunnah

Setelah kita menunaikan puasa wajib di bulan Ramadan maka hendaknya kita berupaya untuk menambah dengan puasa sunnah. Karena Nabi dan para Sahabat termasuk orang-orang yang menjaga puasa mereka tak hanya di bulan Ramadan saja namun juga setelah bulan Ramadan. Diantara manfaat yang akan kita peroleh ketika melaksanakan amalan sunnah ini adalah sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya.” (HR. Bukhari).

Puasa sunnah yang dapat dilakukan oleh seorang muslim usai Ramadhan adalah:

  1. puasa enam hari di bulan Syawal,
  2. puasa pada ayyamul bid tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulannya dalam kalender hijriyah,
  3. puasa senin kamis,
  4. puasa Arofah (tanggal 9 Dzulhijah),
  5. puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) dan
  6. jika ada yang punya kemampuan untuk melakukan puasa Daud yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak dan seterusnya demikian.

Mari kita berupaya menjalanakan puasa sunnah ini dengan pertolongan dari Sang Kuasa.

  1. Menjaga Sholat Malam

Pada malam hari di bulan Ramadan begitu sangat bahagia karena banyaknya tamu-tamu Allah Ta’ala yang datang untuk melaksanakan sholat tarawih. Dan tentu kita berharap hal ini terus menerus kita lakukan. Begitu banyak keutamaan ibadah ini diantaranya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Sebaik-baik sholat setelah sholat wajib adalah sholat malam”(HR. Muslim). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Wahai manusia! Sebarkanlah salam, jalinlah tali silturahmi (dengan kerabat), berilah makan (kepada istri dan kepada orang miskin), sholatlah di waktu malam sedangkan manusia yang lain sedang tidur, tentu kalian akan masuk ke dalam surga dengan penuh keselamatan” (HR. Tirmidzi).

Sholat malam dapat dikerjakan dengan 2 rakaat sholat tahajud dan 1 rakaat sholat witir atau dalam jumlah rakat yang lebih dengan kelipatan yang semisalnya. Yuuk bersama untuk jaga sholat malam.

  1. Membaca Al Qur’an

            Bulan Ramadan identik dengan bulan Qur’an dan begitu sangat banyak kita melihat para kaum muslimin bersemangat untuk selalu membaca, menghafal dan mentadaburi nilai-nilai Al Qur’an tersebut. Bahkan ada yang memiliki program untuk menamatkan membaca Al Qur’an sekali dalam sebulan, ada yang dua kali bahkan ada yang tiga sampai lima kali dalam sebulan. Sebuah target yang sangat fantastis. Namun kebiasaan ini tentu diharapkan terus dilaksanakan dan dijaga walaupun usai Ramadan karena begitu banyak keutamaan yang akan diperoleh bagi orang-orang yang berinteraksi dengan Al Qur’an.

Orang-orang yang berinteraksi dengan Al Qur’an maka Allah Ta’ala akan menobatkan mereka sebagai the best of people. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Sebaik-baik diantara kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan saling mengajarkan” (HR. Bukhari). Maka bersama terus membaca dan belajar Al Qur’an dalam kelompok-kelompok pengajian secara intensif.

  1. Berinfak

            Suatu hal yang sangat baik ketika selama Ramadan begitu banyak orang-orang yang berinfak untuk pembangunan masjid, pondok pesantren penghafal Qur’an, para fakir miskin, kegiatan dakwah dan pendidikan serta kegiatan-kegiatan lainnya yang bernilai pahala jariyah. Tentu hal ini harus ditingkatkan dengan terus berinfak walaupun Ramadan telah selesai, bukankah setiap infak yang kita keluarkan maka pasti akan diganti oleh Allah Ta’ala sebagaimana firman-Nya “Apapun harta yang kalian infakkan maka Allah pasti akan menggantikannya, dan Dia adalah sebaik-baik pemberi rezki” (QS. Saba: 39). Terus berinfak dengan menjadi donator-donatur tetap dalam hal kebaikan.

Semoga bermanfaat dan semoga Allah Ta’ala masih menjadikan kita semua para pembaca beserta keluarga untuk kembali bertemu dalam bulan Ramadan yang agung tersebut. Wallahu ‘alam.

Facebook Comments