Kisah Inspiratif: Kegigihan dan Keteguhan Pahlawan Dalam Perjuangan
October 17, 2014
Bedah Buku : Agar Mesra Sepanjang Masa
October 26, 2014

Mengenal Milaria (Keringat Buntet)

Setiap orang tua pasti pernah menjumpai anak yang miliaria. Karena miliaria merupakan salah satu penyakit yang umum dijumpai baik pada bayi maupun pada anak. Tapi apa itu miliria?

Miliaria atau biasa dikenal dengan ‘keringat buntet’ atau biang keringat adalah gangguan umum dari kelenjar keringat ekrin yang sering terjadi dalam kondisi dimana ada peningkatan panas atau suhu dan kelembaban. Miliaria disebabkan oleh penyumbatan saluran keringat, yang menyebabkan kebocoran keringat yang keluar dari kelenjar ekrin yang menuju ke epidermis atau dermis. Hal ini di tandai dengan adanya bintik-bintil kecil berwarna merah. Kulit bayi yang masih dalam tahap perkembangan dan penyempurnaan mebuat proses penyerapan dan pengeluaran keringat belum berjalan sebagaimana mestinya. Akibatnya sering dijumpai bayi yang berkeringat berlebihan. Normalnya, butiran keringat bias keluar melalui pori-pori kulit. Karena penyebab yang belum diketahui, kulit ari bayi yang mestinya selalu berganti, menjadi tidak berganti. Kulit ari yang tidak berganti itu menyumbat pengeluaran keringat. Kumpulan keringat ini kemudian mendesak kulit sehingga terbentuk lepuh-lepuh halus sebesar pangkal jarum pentul. Namun ada kalanya, diantara lepuh-lepuh halus itu timbul bintil-bintil merah berukuran kecil yang terasa gatal. Daerah yang rawan terhadap serangan biang keringat ini adalah dahi, leher, bahu, dada, punggung dan lipatan kulit.

https://www.clevelandclinic.org/thoracic/general/images/skin.jpgAda 3 jenis miliaria. Miliaria yang beisi air atau disebut sebagai miliaria kristalina, miliria yang ditandai dengan bintil kemerahan atau disebut miliaria rubra, dan miliria profunda yang merupakan miliria rubra yang mengenai lapisan kulit yang lebih dalam.

Miliaria bisa kambuh berulang-ulang, terutama ketika suhu udara sedang panas. Bila biang keringat ini mengalami iritasi dan kontak dengan kuman di kulit, biang keringat ini akan terinfeksi. Bila tidak ditangani dengan baik, biang keringat yang terinfeksi ini dapat menjadi bisul (abses) yang berisi nanah. Bisul ini harus diobati.

Bila si kecil sudah mengalami keringat buntet atau miliaria, lakukan langkah-langkah dibawah ini;

  1. Setiap kali anak berkeringat, segera ganti bajunya. Sebelumnya, siapkanlah alat-alat yang dibutuhkan seperti waslap, baskom berisi air hangat, baju yang bersih dan perlak.
  2. Keringkan kulit yang ada bian keringatnya dengan waslap bersih yang telah dibasahi air hangat. Bisa juga mandikan si kecil menggunakan air hangat( usahakan agar jangan terlalu panas, karena akan merangsang timbulnya keringat).
  3. Biarkan tubuh sikecil tanpa baju untuk beberapa saat, sampai kulit dan lipatan-lipatan kulitnya menjadi kering dengan sendirinya. Tujuannya mencegah agar kulit yang terkena biang keringat tidak bertambah parah karena bergesekan denga handuk saat dikeringkan.
  4. Kenakan baju yang kering dan bersih. Baju tersebut sebaiknya dari bahan yang mudah menyerap keringat, seperti bahan katun dan bahan kaos sehingga nyaman dan tidak membuat anak mudah merasa kepanasan.
  5. Bila peradangan yang terjadi cukup banyak, segera bawa anak ke dokter, biasanya dokter akan memberi salep atau bedak khusus untuk meringankan gejala.

Sebagian besar miliaria akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Bahkan ibu sebenarnya juga dapat mengurangi timbulnya biang keringat pada sikecil antara lain dengan menjaga kenyamanan lingkungan sekitar si kecil, memakaikan baju yang tebuat dari jenis-jenis bahan yang mudah meyerap keringat, lembut dan tidak ketat pada si kecil.

Bila dalam 3 hari kondisi biang keringat ini tidak membaik dengan penangan yang ibu lakukan, atau timbul demam/rasa sakit/gatal yang berat, dan timbul tanda-tanda infeksi seperti terlihat nanah atau sering berulang beberapa kali dalam waktu yang pendek sehingga mengganggu aktivitas anak sehari-hari, segera bawa anak ke dokter.

dr. Ummy Qalsum, MSc, SpA (Ummu Royyan)

Facebook Comments