Salah Satu Sebab Dikabulkannya Doa
February 24, 2015
Petunjuk Singkat Shalat Gerhana
April 4, 2015

Ruam Popok – Pedoman Untuk Orang Tua

ruam popok bayi

Salamun alayik ummahat sekalian.

Popok atau diaper merupakan kebutuhan bayi sejak lahir. Dengan adanya popok, orang tua tidak perlu sering mengganti celana bayi. Bayi pun dapat beraktivitas dengan leluasa tanpa sering terganggu, baik aktivitas tidur maupun bermain. Namun, popok atau diaper itu pun dapat menimbulkan masalah seperti ruam popok.

Ruam popok atau dermatitis popok adalah dermatitis yang berlokasi di daerah popok. Biasanya ruam terlihat pada sekitar perut, kemaluan, dan didalam lipatan kulit dan paha serta pantat. Ruam tersebut dapat berupa kulit menjadi merah, ini biasanya pada kasus ringan. Pada kasus yang berat dapat berupa bintik-bintik kemerahan, kadang terlihat basah dan menimbulkan rasa sakit, sehingga buah hati kita akan rewel.

Banyak hal yang dapat menyebabkan ruam popok ini. Faktor utamanya adalah kelembaban kulit yang berlangsung lama. Kelembaban lama ini bisa berasal dari urine atau keringat yang tidak dapat menyerap karena terhambat popok. Bila kulit basah terlalu lama, lapisan kulit yang melindungi mulai rusak, dan bila kulit basah ini tergosok, dapat lebih mudah rusak. Rusaknya sawar kulit ini dapat meningkatkan permeabilitas kulit sehingga memudahkan mikroorganisme baik bakteri maupun jamur masuk ke kulit.

Ruam popok lebih sering terjadi pada keadaan-keadaan berikut;

  • Begitu bayi bertambah usia, kebanyakan antara usia 8-10 bulan
  • Bila bayi tidak terjaga kebersihannya dan kering
  • Jika bayi sering buang air besar, khususnya bila tinja tetap berada dalam popok sepanjang malam
  • Bila bayi mengkonsumsi antibiotic atau bayi yang masih menyusui yang ibunya mendapat antibiotic

Apa yang dapat kita lakukan untuk mencegah ruam popok?

  • Gantilah popok sesegera setelah anak BAK atau BAB. Hal ini mencegah lembab pada kulit
  • Jangan memakai popok terlalu ketat, khususnya sepanjang malam hari
  • Bersihkan dengan lembut daerah popok dengan menggunakan air
  • Hindari penggunaan bedak bayi atau talk karena dapat membuat daerah sekitar popok menjadi lebih lembab

Dan bila buah hati kita menderita ruam popok, apa yang dapat kita lakukan?

  • Gantilah popok sesering mungkin, bisa dalam 2-3 jam sekali
  • Gunakan air bersih untuk membersihkan daerah popok, lebih baik gunakan air mengalir sehingga dapat membersihkan tanpa perlu menggosok
  • Tepuk sehingga kering, jangan menggosok. Biarkan area popok di udara terbuka sehingga benar-benar kering
  • Konsultasikan ke dokter, biasanya dokter akan memberikan salep atau ointment yang mengandung zinc oxide untuk membentuk lapisan pelindung pada kulit. Pada kasus dengan infek jamur atau bakteri, dokter akan memberikan salep anti jamur atau salep antibiotik.

Saat ini beredar banyak jenis popok/diaper. Ada yang disposable ada pula yang dapat dicuci untuk digunakan kembali, popok seperti ini terbuat dari kain. Pada anak yang menggunakan popok disposable, daya serapnya tinggi sehingga cenderung rendah angka terjadinya ruam popok. Terlepas dari tipe popok yang digunakan, ruam popok jarang terjadi bila kita sering mengganti popok. Bila menggunakan popok kain, kita dapat menggunakan lapisan pelindung (stay dry liner) di bagian dalamnya untuk menjaga bayi lebih kering. Bila mencuci sendiri, perlu merendam popok terlebih dahulu. Pisahkan dan cuci popok dari pakaian lain. Gunakan air panas dan bilas 2 kali setiap mencuci. Jangan menggunakan pelembut pakaian atau produk Antistatistik pada popok karena dapat menyebabkan ruam pada bayi usia muda dan kulit sensitif.

Ruam popok biasanya tidaklah serius, tetapi hal itu dapat menyebabkan bayi menjadi tidak nyaman. Ikuti langkah-langkah di atas untuk mencegah dan mengobati ruam popok.

– dr. Ummy Qalsum, MSc, SpA (ummu royyan)

Facebook Comments