Belajar Islam

Islam Untuk Semua

Thursday, Jul 29th

Last update:08:20:25 AM GMT

You are here:

Akhlak

Ahlan Ramadhan

E-mail PDF

“Ya Allah sesungguhnya Engkau telah menaungi kami dengan bulan ramadhan, ramadhan akan tiba maka hantarkanlah ia kepada kami dan sampaikanlah kami kepadanya, berikakanlah rezeki kepada kami dengan berpuasa dan shalat, anugerahkanlah kepada kami kekuatan dan kesungguhan serta kesiapan, lindungilah kami dari fitnah.”

Belajar Islam - Ahlan Ramadhan Pada saat kita melihat bagaimana salafusshalih menghidupkan bulan ramadhan dengan beribadah kepadaNya, maka kita akan mendapati hampir seluruh waktu yang ada hampir tak mereka lepaskan begitu saja, tetapi mereka berpacu dengan waktu tersebut seakan-akan mereka tidak pernah beristirahat, Imam Syafi’i terbiasa menghatamkan Al Qur’an 60 kali pada bulan ramadhan, Imam Ahmad menhatamkannya setiap pekan, Yahya bin Ma’in menghatamkannya setiap malam tanpa mengabaikan ibadah-ibadah yang lain, kesungguhan ini tentu bukan kesungguhan yang biasa. Biar kita tidak hanya terkesima dengan ibaadah mereka, mari kita coba awali dengan melihat sebab-sebab yang menjadikan mereka bisa mewujudkan hal tersebut, diantaranya:
Add a comment

Read more...

Jagalah Hati, Tundukkan Pandangan!

E-mail PDF

Belajar Islam - Jagalah Hati, Tundukkan Pandangan! Menundukkan pandangan bukan berarti harus menundukkan kepala sehingga berjalan tak fokus arah, atau memejamkan mata hingga tidak melihat sama sekali. Secara bahasa, غَضُّ البَصَرِ (gadh-dhul bashar) berarti menahan, mengurangi atau menundukkan pandangan.

Maksudnya adalah menjaganya dan tidak melepas kendalinya hingga menjadi liar. Pandangan yang terpelihara adalah apabila seseorang memandang sesuatu yang bukan aurat orang lain, lalu ia tidak mengamat-amati keelokan parasnya, tidak berlama-lama memandangnya, dan tidak memelototi apa yang dilihatnya. Singkatnya, menahan dari apa yang diharamkan oleh Allah Subhaanahu Wata’ala dan Rasul-Nya untuk kita memandangnya.
Add a comment

Read more...

Allah Ta’ala Mengharamkan Zina dan Sebab-Sebab yang Mengarah Kepadanya

E-mail PDF

Kaidah syari’at yang suci menegaskan bahwa ketika Allah Ta’ala mengharamkan sesuatu, maka Dia juga mengharamkan sebab-sebab, jalan serta wasilah yang mengarah kepadanya. Hal ini untuk mewujudkan maksud dari pengharaman sesuatu tersebut, mencegah agar tidak sampai kepadanya atau mendekatinya. Disamping menjaga agar tidak terjadi perbuatan dosa serta ke-madharat-an yang menimpa individu ataupun masyarakat.

Sekiranya Allah Ta’ala mengharamkan sesuatu, namun membolehkan wasilah yang mengarah ke sana, niscaya akan terjadi kontradiksi atas pengharaman tersebut. Sangat mustahil syari’at Rabb semesta alam mengandung unsur seperti itu. Add a comment

Read more...

Page 1 of 3

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  Next 
  •  End 
  • »