Belajar Islam

Islam Untuk Semua

Thursday, Jul 29th

Last update:08:20:25 AM GMT

You are here:

Aqidah

Penyimpangan Dalam Kehidupan Manusia

E-mail PDF

 

Pada asalnya, manusia adalah makhluk yang bertauhid, sehingga tauhid merupakan bagian dari fitrah yang dikaruniakan Allah kepada manusia. Allah Ta’ala berfirman, “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.” (QS. Ar-Rum: 30)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (beragama Islam), maka kedua ibu bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh karenanya, syirik merupakan unsur luar yang menyusup terhadap fitrah tersebut. Peristiwa penyimpangan terhadap ketauhidan pertama kali adalah terjadi pada kaum Nuh. Mereka menyembah patung-patung. Lalu datanglah Amir bin Luhay Al-Khuza’I yang mengubah agama Ibrahim serta membawa patung-patung ke tanah Arab, khususnya tanah Hijaz, sehingga kemudian patung-patung itu pun disembah. Selanjutnya, perbuatan syirik itu menyebar ke negeri suci tersebut dan negeri-negeri tetangganya, hingga akhirnya Allah mengutus Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menyeru manusia kepada tauhid dan mengikuti agama Ibrahim. Add a comment

Read more...

Iman Kepada Malaikat

E-mail PDF

Secara bahasa, iman berarti pembenaran secara umum, sedangkan definisi secara syari’at merupakan ungkapan pembenaran kepada Allah, para malaikat-Nya, rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, hari akhir, dan takdir yang baik maupun yang buruk. Iman itu sendiri mencakup ucapan dan perbuatan, baik berupa ucapan hati maupun lisan serta amal yang meliputi amalan hati, lisan, serta anggota badan. Menurut pemahaman ahlu sunnah wal jama’ah, iman seseorang akan bertambah disebabkan ketaatan dan akan berkurang karena suatu kemaksiatan. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya), dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya.” (QS. Al-Anfal: 2-4). Add a comment

Read more...

Kaidah dalam Memahami Asma Allah Ta'ala

E-mail PDF

 

Oleh: Gani Purwiandono*

KAIDAH KEDUA

Nama-nama Allah merupakan nama sekaligus sifat

 

Nama-nama Allah ta’ala, merupakan nama bila ditinjau dari penunjukkan kepada dzat dan menjadi sifat bila ditinjau dari kandungan maknanya. Berdasarkan tinjauan pertama nama-nama Allah adalah sinonim, karena semua nama-namaNya menunjuk pada satu dzat, yaitu Allah azza wa jalla. Sedangkan berdasar tinjauan kedua nama-nama Allah tidak sinonim, karena setiap nama menunjukkan maknanya yang khusus. Jadi nama Al Hayyu (الحي), Al ‘Alim (العليم), Al Qadir (القدير), As Sami’(السميع), Al Bashir (البصير) semuanya adalah nama-nama untuk satu dzat, yaitu Allah subhanahu wa ta’ala. Akan tetapi, makna Al Hayyu (الحي) tidak sama dengan makna Al ‘Alim (العليم) dan makna Al ‘Alim (العليم) tidak sama dengan Al Qadir (القدير), demikian seterusnya. Add a comment

Read more...

Page 1 of 13

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »