Belajar Islam

Islam Untuk Semua

Thursday, Jul 29th

Last update:08:20:25 AM GMT

You are here:

Ringkasan Aqidah Islam - Bagian 2

E-mail PDF

Ahlu Sunnah wal Jama'ah

Telah disebutkan bahwa aqidah yang shahihah adalah Aqidah Ahlu Sunnah wal Jama'ah. Pertanyaannya ialah siapakah Ahlu Sunnah wal Jama'ah ?. Syaikh Al-Jibrin menyebutkan

selanjutnya pengertian dari Ahlu Sunnah wal Jama'ah. Mereka adalah para sahabat Rosululloh Sholallohu Alaihi wa Salam dan siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari

kiamat. Mereka adalah orang-orang yang berpegang teguh dengan aqidah yang shahih yakni yang sebagaimana Rosululloh Sholallohu Alaihi wa Salam berada diatasnya. Dan mereka para

sahabat Nabi adalah orang-orang yang bersih aqidahnya dari noda-noda bid'ah dan khurafat.

Penamaan Ahlu Sunnah merupakan penamaan yang berlandaskan pada sunnah Nabi sebagaimana dalam hadits :

" عليكم بسنتي و سنة الخلفاء الراشدين المهديين من بعدي عضوا عليها بالنواجذ "

Mereka mengetahui bahwasanya petunjuk Nabi adalah sebaik-baik petunjuk. Dan mereka mendahulukan petunjuk Nabi daripada petunjuk yang lain.

Adapun penamaan Al-Jama'ah ialah mereka yang bersepakat mengikuti petunjuk Nabi Muhammad Sholallohu Alaihi wa Salam dan apa-apa yang para salaf bersepakat di dalamnya. Dan

mereka semua sepakat di atas kebenaran yakni diatas aqidah Islam. Dan juga Nabi Muhammad menamakan golongan yang selamat (Al-Firqoh An-Najiyah) yang mengikuti sunnah-

sunnah beliau dan jalan para sahabat beliau - yakni Ahlu Sunnah wal Jama'ah.- dengan nama Al-Jama'ah.

Diriwayatkan dari Mu'awiyah ibn Abi Sufyan - radhiyallohu 'anhuma - berkata : Telah berkata Nabi Sholallohu 'Alaihi wa Salam :

"ًإن اهل الكتبين افترقوا في دينهم على ثنتين و سبعين ملة - يعني الأهواء - كلها في النار إلا واحدة، وهي الجماعة، وإنه سيخرج في أمتي أقوام تجارى بهم تلك الأهواء كما يتجارى الكلب بصاحبه ......"

"Ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani) dalam masalah agamanya terbagi menjadi 72 golongan dan dari umat ini (Islam) akan terbagi menjadi 73 golongan, seluruhnya masuk neraka, satu golongan yang akan masuk surga, mereka itu Al-Jamaa’ah. Dan akan ada dari umatku yang mengikuti hawa nasfsunya seperti anjing mengikuti tuannya...." (Musnad Imam Ahmad, Hadits no 16329).

Dan nama Ahlu Sunnah wal Jama'ah ini adalah merupakan pensifatan yang jujur yang membedakan pengikut Aqidah yang benar yang mengikuti Rosululloh Sholallohu 'Alaihi wa Salam

dengan golongan yang lain yang mana mereka berjalan diatas jalan selain jalannya Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi wa Salam. Dan mereka, yakni golongan yang tidak berjalan diatas

jalan Nabi, adalah golongan yang mana mereka mengambil aqidahnya dari perkataan manusia dan ilmu kalam. Mereka adalah orang-orang yang mewarisi filsafat yunani. Mereka lebih

mengedepankan ilmu kalam daripada firman Alloh dan Sunnah Rosululloh Sholallohu 'Alaihi wa Salam. Mereka yang mengedepankan ilmu kalam ini, menolak nash-nash syar'iyah yang jelas

atau mentakwilkannya karena tidak bisa diterima dengan akal manusia. Diantara golongan ini adalah Filsafat, Qodariyah, Maturidiyah, Jahmiyah, Mu'tazilah dan Asy'airoh yang mana

mereka taklid kepada Jahmiyah dengan mengikuti pendapat-pendapat mereka.

Adapun pada golongan-golongan ini ada sebagian yang mengambil aqidahnya dari pendapat-pendapat masyaikh mereka, ulama-ulama mereka yang mana kebanyakan dari mereka hanya

mengambil sesuai dengan hawa nafsunya. Sepert Rafidhoh dan selainnya. Mereka lebih mengedepankan perkataan ulama-ulama mereka dan guru-guru mereka diatas firman Alloh dan

sebaik-baik manusia yakni Muhammad Sholallohu Alaihi wa Salam.

Sebagaimana golongan-golongan diantara mereka ada yang menyandarkan namanya kepada orang yang mendirikan atau mengembangkan landasan-landasan aqidahnya. Seperti

Jahmiyah menisbatkan kepada Jahm bin Shofwan, Asy'airoh nisbat kepada Abul Hasan Al-Asy'ari - walaupun Abul Hasan Al-Asy'ari sudah rujuk dari aqidah batilnya kepada aqidah Ahlu

Sunnah wal Jama'ah. Akan tetapi para pengikutnya tetap terus diatas aqidah Asy'airoh yang menyelisihi jalan Nabi Sholallohu Alaihi wa Salam yang mana Abul Hasan Al-Asy'ari telah

rujuk. Dan Abadhiyah nisbat kepada Abdulloh bin Abadh dan selainnya.

Bersambung...


blog comments powered by Disqus