Fitrah disini artinya amalan-amalan atau perbuatan-perbuatan. Para ulama berkata, “Fitrah ialah amalan-amalan yang biasa dilakukan oleh para Nabi ‘alaihimush shalatu wassalam. Tidak diragukan lagi amalan-amalan tersebut ada yang hukumnya wajib dan ada yang sunnah.”
Amalan-amalan yang termasuk fitrah adalah sebagai berikut:
Pertama, khitan
Khitan ialah memotong kulup (kulit yang menutup pucuk penis) sehingga pucuk penis tersebut terlihat. Ini bagi laki-laki. Adapun khitan bagi perempuan ialah memotong ujung klitoris yang terletak di atas lubang vagina. Dianjurkan untuk tidak memotong seluruh daging tersebut, karena hal itu akan mengurangi kenikmatan ketika bersenggama. Ini berdasarkan perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang disampaikan kepada tukang khitan perempuan di Madinah, “Bila kamu mengkhitan seorang perempuan, potonglah sedikit saja. Jangan kamu potong sampai habis karena hal itu membuat wajah berseri dan lebih terasa nikmat ketika bersenggama.” (HR. Abu Dawud, Al-Baihaqi)
Khitan hukumnya wajib bagi laki-laki dan sunnah bagi wanita menurut pendapat yang benar di antara beberapa ulama.
Kedua, mencukur bulu kemaluan
Ketiga, mencabut bulu ketiak
Keempat, menggunting kuku
Kelima, memangkas kumis
Memangkas kumis hukumnya wajib. Memangkas kumis termasuk fitrah berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Lima hal yang termasuk fitrah: (1) khitan, (2) mencukur bulu kemaluan, (3) mencabut bulu ketiak, (4) memotong kuku, dan (5) memotong kumis.” (HR. Bukhari-Muslim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menetapkan batas paling lama seseorang dibolehkan membiarkan bulu-bulu tersebut. Anas radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, “Kami diberi batasan waktu dalam memotong kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan yaitu agar bulu-bulu tersebut tidak dibiarkan lebih dari empat puluh malam.” (HR. Muslim, An-Nasa’I)
Keenam, memanjangkan jenggot
Memanjangkan jenggot hukumnya wajib. Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Selisihilah orang-orang musyrik, yaitu lebatkanlah jenggot dan pangkaslah kumis.” (HR. Bukhari-Muslim)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Pangkaslah kumis dan panjangkanlah jenggot. Selisihilah orang-orang Majusi.” (HR. Muslim)
Ketujuh, bersiwak
Kita disunnahkan bersiwak pada setiap waktu. Ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Bersiwak membuat mulut bersih dan membuat Allah senang.” (HR. Bukhari)
Beberapa keadaan yang disunnahkan untuk bersiwak adalah,
x. Bangun tidur
x. Setiap kali hendak berwudhu
Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “ Kalau aku tidak khawatir memberatkan umatku, niscaya akan aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak berwudhu.” (HR. Bukhari, Ahmad)
x. Setiap kali hendak shalat
x. Setiap kali hendak masuk rumah
Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bila hendak masuk ke dalam rumahnya bersiwak terlebih dahulu.” (HR. Muslim)
x. Ketika mulut terasa bau
x. Ketika hendak membaca Al-Qur’an
x. Ketika hendak pergi ke masjid
Kedelapan, membersihkan barajim
Ada yang berkata, “Barajim adalah simpul-simpul jari yang ada dipunggung telapak tangan.” Akan tetapi, ada juga yang mengatakan bahwa barajim adalah simpul-simpul jari dan seluruh ruas-ruasnya. Termasuk ruang lingkup barajim adalah membersihkan kotoran yang ada dibelakang telinga dan membersihkan semua kotoran yang ada dibadan.
Kesembilan, istinsyaq (menghirup air dengan hidung dan mengeluarkannya kembali)
Kesepuluh, istinja’ (membersihkan kotoran yang keluar dari lubang kemaluan maupun lubang anus) dan intidhah (memercikkan sedikit air ke kemaluan setelah berwudhu untuk menghilangkan was-was)
Sumber:
Dr. Sa’id bin ‘Ali Wahf Al-Qahthani, Thaharah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: Media Hidayah


gempa n tsunami di Aceh bisa jg tuh.. gempa jogja?
artikelnya bagus nih (up to date) ana copas ya..
Afwan ana ijin untuk mengcopy buat di share
Dunia telah dipenuhi oleh fitnah-fitnah dan yang lebih parahnya fitnah-fitnah tersebut dianggap benar. Musuh islam berhasil menggiring opini masyarakat dunia untuk menyudutkan islam dan bahkan di indonesia ini yang mayoritas muslim malah termakan olehnya. Sebagai catatan Republik Indonesia sendiri adalah fitnah semenjak tahun 1945 karena Negara ini dibentuk tidak berdasarkan hasil BPUPKI. Semoga kita terlindung dari fitnah-fitnah dunia. Amin. Allahu Akbar.
insyaAllah ada tamid thifan yang mempunyai daht dingin atau panas, walaupun g banyak..mungkin murid-murid yang sudah lama belajar di Bandung, dengan pendekar thifan-nya langsung :)