Tarbiyah Dzatiyah
January 20, 2016
Cahaya Senja (Dimanakah Kalian Wahai Pemuda?)
February 1, 2016

Ilmu lagi…Ilmu lagi…

Hujan kembali menyapa tanah Jogja, ketika lembaran buku disingkap dan jemari menekan tuts keyboard dipilihlah hadits ini yang seolah menggambarkan kondisi saat ini. Dari Abu Musa Radhiallahu Anhu, dia berkata Nabi Shalallahu Alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan petunjuk dan ilmu pengetahuan, yang oleh karena itu Allah mengutus aku untuk menyampaikanya, seperti hujan lebat jatuh ke bumi; bumi itu ada yang subur, menyerap air, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rumput-rumput yang banyak. Ada pula yang keras tidak menyerap air sehingga tergenang, maka Allah memberi manfaat dengan hal itu kepada manusia. Mereka dapat minum dan memberi minum (binatang ternak dan sebagainya), dan untuk bercocok tanam. Ada pula hujan yang jatuh kebagian lain, yaitu di atas tanah yang tidak menggenangkan air dan tidak pula menumbuhkan rumput. Begitulah perumpamaan orang yang belajar agama, yang mau memanfaatkan sesuatu yang oleh karena itu Allah mengutus aku menyampaikannya, dipelajarinya dan diajarkannya. Begitu pula perumpamaan orang yang tidak mau memikirkan dan mengambil peduli dengan petunjuk Allah, yang aku diutus untuk menyampaikannya.”(HR. Bukhari)

Penjelasan hadits ini yaitu mengandung makna dari perumpamaan ada tiga macam tanah maka demikian pula manusia.

  • Jenis tanah yang pertama adalah yang bisa mengambil manfaat dari air sehingga bisa hidup kembali setelah tadinya mati. Ia pun bisa menumbuhkan tanaman sehingga manusia dan hewan bisa memanfaatkannya. Sedangkan jenis manusia yang pertama adalah orang yang memperoleh petunjuk dan ilmu. Ia menghafalnya, hatinya pun menjadi hidup, mengamalkan dan mengajarkannya kepada orang lain, maka dia mendapatkan manfaat dan memberikan manfaat.
  • Jenis tanah yang kedua adalah yang tidak bisa memperoleh manfaat untuk dirinya, akan tetapi masih memberi faedah, yaitu menampung air untuk makhluk-makhluk lain, sehingga manusia dan hewan bisa memperoleh manfaat. Demikian juga jenis manusia yang kedua, mereka mempunyai hati yang bagus hafalannya, namun tidak memiliki pemikiran yang cerdas, mereka juga tidak mempunyai kesungguhan dalam mengamalkannya(ilmu). Mereka menghafalkannya sehingga para ahli ilmu datang mengambil ilmu dari mereka, agar bisa memperoleh manfaat dari mereka baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Jenis manusia ini memberikan manfaat untuk orang lain dengan ilmu yang mereka peroleh.
  • Jenis tanah yang ketiga adalah tanah yang gersang, yang tidak bisa menumbuhkan tanaman. Ia tidak bisa memperoleh manfaat dari air hujan dan tidak bisa menampungnya untuk dimanfaatkan makhluk lain. Demikian juga manusia jenis ketiga, mereka tidak mempunyai hati yang bagus hafalannya ataupun kepahaman yang mendalam. Ketika mendengar suatu ilmu maka mereka tidak bisa memperoleh manfaat darinya atau menghafalkannya supaya bisa memberi manfaat untuk orang lain.

dapat disimpulkan bahwa manusia bisa terbagi menjadi tiga golongan dalam hal mendapatkan ilmu, yaitu golongan pertama adalah orang yang bisa mengambil manfaat dan memberi manfaat, golongan kedua adalah yang bisa memberi manfaat tapi tidak bisa mengambil manfaat, dan golongan ketiga adalah yang tidak memberi manfaat ataupun mengambil manfaat.

Semoga kita, saudariku menjadi sebaik-baik golongan yang pertama dan terhindar dari golongan yang ketiga, karena sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk ummatnya adalah, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”(HR. Ath-thabrani dan Daruquthni)

Allahua’lam

ditulis oleh: Ummu Abdullah

 

Sumber: Buku Muntakhab Ahadits(Dalil-dalil Pilihan Enam Sifat Utama, karya Syaikh Maulana Yusuf Al-Khandahlawi, penerbit Ash-Shaff

Facebook Comments