VEGETABLE SPAGHETTI
June 19, 2014
Ringkasan Fiqih Puasa Ramadhan
June 25, 2014

Andai Anda Jadi Calon Presiden, Pesan dari Timur Indonesia

oleh Ustad Ishak Bakari, Lc (Anggota MUI Gorontalo)

Siapapun yang bakal jadi presiden kita nanti, dia merupakan representasi dan perwajahan masyarakat kita. Jangan pernah bermimpi mengharap pemimpin ideal sementara kiat selaku bagian dari mayarakat yang dipimpin memiliki masalah inrividu yang cukup fundamental sehingga berubah menjadi penyakit kolektif. Untuk tidak berlarut dalam meratapi realita dan agar tidak terkesan mengumpati kenyataan sebaiknya dicarikan solusi. Saay menawarkan solusi namun ini belum “harga mati” khawatirnya “mati harga”, juga saya masih sangat menghargai para ulama, pemikir, intelektual, cendekiawan, dan para aktivis yang masih sangat peduli terhadap kondisi bangsa kita. Saran saya:


1. Mari kita menata diri masing-masing sebab kiat adalah bagian dari masyarakat yang dipimpin dan watak dan kepribadian kita cukup mempengaruhi proses pemilihan pemimpin, bahkan bisa saja dalam rahasia Allah kita termasuk calon-calon pemimpin yang membingungkan masyarakat untuk menilai kriteria pemimpin yang ada pada diri kita karena hanya terbalut rekayasa politik intervensi relawan.


2. Gunakan hati nurani dan pikiran kita unt memilih kedua kandidat yang cukup membingungkan sebagian orang karena masing-masing sudah di blow up media . Masing-masiang berusaha sekuat tenaga sekalipun dengan cara black campaign untuk menaikkan elektabilitas ayam “jagonya”.


3. Melibatkan Allah dalam urusan pilpres. Berdoalah kepada Allah jangan sampai karena dosa-dosa yang kita sendiri lakukan menjadi penyebab Allah mendatangkan pemimpin yang justru menjadi musibah dan ujian terberat pribadi dan kenegaraan kita. Selalu untuk jadi renungan kita firman Allah yang artinya :


Dan demikianlah kami jadikan orang2 zhalim itu mnjadi teman bagi sebagian yg lain disebabkan apa yg mrk usahakan.( al an’am : 129)


Assa’di rahimahullah berkata saat menjelaskan ayat ini : Sesunnguhnya jika kezhaliman dan kerusakan sudah merajalela dikalangan hamba-hamba Allah maka orang-orang dzhalim yang akan menjadi pemimpin-pemimpin mereka sekaligus menjadi penderitaan buat mereka. Naudzubillahi min dzalik.


Betapa seriusnya masalah ini Imam Ahmad berkata: Sseandainya aku memiliki doa mustajab maka doa itu kupanjatkan kepada Allah untuk PEMIMPIN karena kemaslahatan pemimpin adalah kemaslahatan rakyatnya.


4. Cintailah orang yang kau cintai sekedarnya saja sebab suatu saat bisa saja orang tersebut justru menjadi musuhmu dan bencilah orang yang engkau benci sekedarnya saja, siapa tau suatu saat nanti dia berubah menjadi kekasihmu  (Hadits disahihkn al Albani).


Ini pembelajaran kepada masyarakat pemilih untuk tidak terlalu fanatik, harus proporsional dalam cinta dan benci. Kecintaan mutlak hanya kepada Allah dan Rasul-NYA.


5. Terakhir, jagan sampai pemilihan presiden menyita sebagian besar waktu dan perhatian kita sehingga semangat beribadah di bulan Ramadhan menyusut.


Oh ya, hampir lupa, begitu juga para pecinta sepak bola, hati-hati jangan sampai kecintaan anda terhadap satu negara peserta piala dunia membutakan mata hati anda, sudah tidak membedakan sekat-sekat akidah sebagai syarat mutlak wala’   (keberpihakan)  dan bara’ (ketidakberpihakan)

Wassalamu Alaikum warahmatullahiwabarakatuh

Baca Juga  Tarbiyahkah yang Terpenting?