Agama Ini Bukan Prioritas Paling Penting
December 11, 2015
Pendidikan Adab untuk Anak
December 12, 2015

Takkan Habis Bahkan Ketika Engkau Meminta

Sepertinya kita takkan pernah habis dan tak berkesudahan mempelajari sebuah kesabaran… bagaimana tidak? Adakah orang-orang yang mengaku dirinya sabar dan menamai dirinya seorang yang sabar. Kalaupun ada, orang yang menamakan dirinya si sabar, pastilah ia orang yang tidak sabaran, yaitu tidak sabar ingin mempredikati dirinya dengan titel sabar…

Tapi sabar bukanlah sebuah nama yang dilekatkan pada seseorang, kalaupun ada orang yang namanya sabar maka itu doa baginya agar ia selalu berada pada keadaan sabar seperti itu. Sabar adalah sebuah syarat… kok bisa?

Sering kita mendengar potongan ayat alqur’an yang familiar, yang sering kali diucapkan orang-orang tatkala menasehati yang lainnya, yaitu innallaha ma’ash shobirin, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Jadi, jika anda ingin dibersamai Allah, tidak dijauhi-Nya, maka syaratnya jadilah orang yang sabar…

haji langsung berangkat tanpa antri 2020

Adapula surat pendek yang kita hafal diluar kepala (saking hafalnya), mungkin dari mulai lancar membaca iqrro’ sampai hafalannya bejibun, surat ini tidak akan di lupa, baik yang hanya sekedar menghafalnya untuk bacaan shalat, baik yang telah membaca tafsirannya sampai memahaminya, yaitu Al-‘Ashr…

https://gerakansholat.files.wordpress.com/2008/03/clip-image0081.gif

Demi waktu…

Sesunguhnya manusia dalam kerugian…

Kecuali mereka yang saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran…

Dalam tafsir Ibnu katsir menyebutkan makna kesabaran disini yakni bersabar atas segala macam cobaan, takdir, serta gangguan yang dilancarkan kepada orang-orang yang menegakkan ‘amar ma’ruf nahi munkar.

Jadi, jikalau tidak ingin merugi maka berkecimpunglah dalam hal kesabaran. Bahkan sekedar menasehatipun kita dijamin tidak akan rugi, apatah lagi bila kita melakukannya… dan lebih dari itu, yang memberi janji ini bukan seorang teman setia yang engkau yakin teman itu takkan khianat, bukan seorang bos yang sangat loyal ke anak buahnya, bukan pula penguasa yang ditakuti, tapi Ia lebih dari itu semua. Ia lebih setia dari pada teman setiamu, karena Ia lebih dekat dari urat lehermu. lebih loyal dari seorang bos, layaknya hadits berikut

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).

Dan Dia lebih dari seorang penguasa yang ditakuti, karena ia tidak hanya memberikan rasa takut tapi juga rasa harap…

Dan takkan habis sebuah kesabaran didalam manusia. Sesungguhnya tak ada limitnya, hanya saja bagaimana kita, manusia, mengeluarkan energi kesabaran itu, memunculkannya, bukan memendam apalagi tak memakainya… ia ada dalam setiap diri masing-masing manusia, tinggal apakah manusia itu sendiri menginginkannya atau tidak.

Sabar, do you?

 

Oleh: Ummu Abdullah

Lagi, sebuah tulisan lama dengan beberapa penyesuaian