Sepuluh Kunci Tadabbur Al Quran Bagian I
February 25, 2012
Ketika Cinta Perlu Bukti Nyata
February 27, 2012

Sepuluh Kunci Tadabbur Al Quran Bagian II

•    Kunci Keenam : Menghafal Al Quran
Para penghafal Al Quran ibaratkan seorang yang dalam perjalanan dengan berbekal kurma, ia bisa memakannya kapan saja selama dalam perjalanan. Berbeda dengan seseorang yang tidak memiliki hafalan, ia ibaratkan seorang yang membawa tepung . Ketika ia ingin makan, maka ia harus berhenti dari perjalannya untuk membuat adonan, menyiapkan tungku, dan membuat roti. Baru kemudian ia bisa makan.

Orang yang hafal Al Qur’an, dia lebih mudah untuk merenungi dan menghayati Al Qur’an, karena Al Qur’an telah mendarah daging di dalam tubuhnya dan mudah untuk menghadirkannya kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam mencela orang yang sama sekali tidah hafal Al Qur’an
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إن الذي ليس في جوفه شيئ من القرأن كالبيت الخرب

“ Sesungguhnya orang yang di dalam dirinya tidak ada Alqur’an walaupun sedikit, dia itu seperti rumah yang telah usang” (HR. Tirmidzi no.2913, beliau berkata: hadits hasan)

•    Kunci Ketujuh: Mengulang-ulang Ayat  
Semakin sering kita mengulang ayat-ayat yang kita baca maka akan bertambah pemahaman kita akan makna ayat yang dikandung.  Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu mengaatakan: “Janganlah kalian baca Al Quran ini dengan cepat dan janganlah kalian tebarkan ia ibarat kalian menebarkan kurma yang jelek (tanpa dipahami). Berhentilah pada setiap yang menakjubkan yang ada di dalamnya dan getarkanlah hati kalian dengannya. Dan janganlah salah seorang kalian obsesinya hanya akhir surat saja.”

Telegram Belajar Islam

Abu Dzar radhiyallahu anhu menceritakan, Rasulullah melaksanakan shalat malam hingga shubuh dengan mengulang-ulang satu ayat, yaitu ayat:

“ Jika engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al Maidah: 118)

•    Kunci Kedelapan: Mengaitkan Ayat dengan Realita
Maksudnya adalah menempatkan ayat pada situasi dan kondisi keseharian setiap kita. Caranya adalah dengan selalu mengamalkan Al Quran pada setiap peristiwa sepanjang siang dan malam yang kita lalui, sehingga Al Quran senantiasa hidup dalam hati.

•    Kunci Kesembilan: Membaca Tartil
Membaca tartil artinya membaca dengan perlahan tidak tergese-gesa.  Allah Ta’ala telah memerintahkan kita semua untuk membaca Al Qur’an secara tartil,

“Dan bacalah al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan” (QS. Al Muzzammil: 5)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan ayat ini: “ Maksudnya adalah, bacalah dengan pelan dan tidak tergesa-gesa, karena yang seperti itu membantu sekali dalam memahami dan menghayati Al Qur’an. “

•    Kunci Kesepuluh: Mengeraskan Bacaan Al Quran
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam telah memerintahkan kita umatnya agar memperbagus lantunan Alqur’an dan mengeraskan bacaannya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

ليس منا من لم يتغنى بالقرأن يجهر به

“ Bukanlah termasuk dari golongan kami orang yang tidak melantunkan Alqur’an dengan mengeraskan bacaannya” (HR. Bukhari no.7089 dan yang lainnya)

Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata kepada orang yang membaca Al Quran dengan cepat: “Kalau kamu baca Al Quran, maka bacalah dengan bacaan yang bisa didengar telingamu dan difahami matahatimu.”

Bagi siapa saja yang dapat mengamalkan kunci-kunci ini, insyaAllah akan melihat cahaya Al Quran dengan mata hatinya, dan akan menjadi wali-wali Allah yang tidak khawatir dan bersedih hati. Mereka inilah yang dipuji Allah dalam firman-Nya:

 

“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, Yaitu Para Nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, Maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS. Maryam: 58)

Kita memohon kepada Allah dengan segala nikmat dan keutamaan-NyaSemoga kita semua bisa memahami, menghayati, mentadabburi dan mengamalkan ayat-ayat Al Quran. Dan semoga kita mendapatkan syafaat dari Al Qur’an. Amin.

Wallahu A’lam.

(Diambil dari buku Kunci-Kunci Tadabbur Al Quran karya Dr. Khalid bin Abdul Karim Al Laahim)