Rukun Iman (Bagian 4)
April 20, 2011
Hakikat Jihad
May 2, 2011

Rukun Iman (Bagian 5)

Oleh Ustadz Rizki Narendra

Tauhid Asma wa Sifat

“tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.” (Asy-Syura: 11)

“Allah memiliki asmaa-ul husna maka berdoalah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya, nanti mereka akan mendapat balasan perbuatan mereka.” (Al-A’raf: 180)

“Maka janganlah kalian membuat permisalan bagi (zat) Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (An-Nahl: 74)

“(yaitu) Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah) yang bersemayam di atas ‘Arsy” (Thaha: 5)

“ dan Dialah yang berkuasa dan diatas para hamba-Nya.” (Al-An’am: 18)

“ mereka takut kepada Rabb mereka yang berada di atas mereka.” (An-Nahl:50)

“Usai Allah menciptakan alam semesta, Dia menuliskan pada kitab yang ada di sisi-Nya  di atas ‘Arsy, bahwa , “sungguh rahmat-Ku mendahului kemurkaan-Ku”.” (muttafaq ‘alaihi)

“sungguh Allah Maha mendengar lagi Maha  Melihat.” (An-Nisa: 58)

“Sungguh Kami telah menciptakan manusia dari nutfah yang  merupakan campuran (antara mani laki-laki dan perempuan). Dan Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami menjadikannya mampu mendengar dan melihat.” (Al-Insan:2)

“tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.” (Asy-Syura: 11)

“Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka.” (Al-Baqoroh: 235)

“jika kalian mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman, maka jangan kalian kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir.” (Al-Mumtahanah: 10)

“Sesungguhnya ilah kalian hanyalah Allah dan yang tidak ada ilah lain selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu.” (Thaha: 98)

“Katakan,  “Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (Al-Ikhlas: 1-4)

Baca Juga  Penetrasi Amerika Melalui Tarekat-Tarekat Sufi (4)

“Allah, tidak ada ilah  (yang berhak disembah) selain Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak pula tidur. Apa yang di langit dan di bumi adalah milik-Nya. Tak ada seorang pun yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan dan di belakang mereka, sedangkan mereka tidak mengetahui apapun  dari ilmu Allah selain apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (Al-Baqoroh: 225)

“Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa) kebenaran dan (menurunkan) neraca (keadilan).” (Asy-Syura: 17)

“Sungguh Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Dan Kami turunkan bersama mereka Al kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat menerapkan keadilan (dalam kehidupan). Dan Kami juga ciptakan besi yang di dalamnya terdapat kekuatan yang hebat serta berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan para rasul-Nya, padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.” (Al-Hadid: 25)

“orang-orang yang beriman serta tidak mencampuradukkan keiman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang memperoleh keamanan serta mendapat petunjuk.” (Al-An’am: 82)

“maknanya tidak seperti yang kalian kira. (yang dimaksud kezhaliman disini ) adalah kesyirikan. Tidakkah kalian menyimak ucapan Lukman kepada anaknya,”hai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah, karena sesungguhnya kesyirikan merupakan kezhalima yang sangat besar.” (HR. Bukhori)

“Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (melakukan semua) itu adalah Allah, Rabb kalian. Kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kalian seru (sembah) selain Allah tidak memiliki apapun walaupun hanya setipis kulit ari. Jika kalian berdoa kepada mereka, mereka tiada mendengar doa kalian. Dan kalaupun mendengar, mereka tidak mampu mengabulkan doa kalian. Dan dihari kiamat nanti mereka akan mengingkari perbuatan syirik kalian. Dan tidak ada yang dapat memberimu keterangan sebagaimana yang diberikan oleh (Allah) yang Maha Mengetahui.” (Fathir: 14)

Baca Juga  Fatwa Lajnah Daimah : Rukun-Rukun Islam (1)

“Apakah mereka mempunyai sesembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?” (Asy-Syura: 21)

“dan janganlah kalian memakan binatang yang disembelih tanpa disebut nama Allah , karena perbuatan semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan-syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kalian. Dan sekiranya kalian menuruti mereka, tentu kalian menjadi orang-orang yang musyrik.” (Al-An’am: 121)

“dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan juga (para nabi) sebelummu, “Jika kamu berbuat syirik, niscaya amal salihmu akan terhapus dan kamu akan menjadi orang yang merugi”, maka dari itu, hendaklah kamu menyembah Allah saja dan jadilah orang yang bersyukur”. (Az-Zumar: 65-66)

“sesungguhnya, yang aku khawatirkan dari kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “wahai Rosulullah, apakah syirik kecil itu?”Beliau menjawab, “Riya. (Pada hari kiamat nanti) saat Allah ta’ala memberi pahala kepada manusia atas amal perbuatan mereka, Dia berfirman (kepada orang-orang yang berbuat riya),“ pergilah kepada orang yang engkau telah berbuat untuknya ketika di dunia, lalu lihatlah, apakah engkau memperoleh pahala darinya?”(HR. Ahmad dengan sanad Jayyid, Ibnu Abi Dunya, Al-Baihaqin di kitab “Zuhud”, dan yang lainnya).

“Aku adalah Zat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Siapapun yang beramal seraya menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, niscaya akan Kucampakan dia bersama dengan perbuatan syiriknya” (HR. Muslim).

“siapapun yang bersumpah dengan selain Allah, maka dia telah berbuat kesyirikan atau kekufuran.” (HR. At-Tirmidzi, Ahmad dan Al-Hakim)

“siapapun yang memakai jimat, maka dia telah berbuat syirik” (HR. Ahmad dan Al-Hakim)

bersambung…

Rukun Iman (Bagian 1) : http://www.belajarislam.com/rukun-iman-bagian-1/
Rukun Iman (Bagian 2) : http://www.belajarislam.com/rukun-iman-bagian-2/
Rukun Iman (Bagian 3) : http://www.belajarislam.com/rukun-iman-bagian-3/
Rukun Iman (Bagian 4) : http://www.belajarislam.com/rukun-iman-bagian-4/