Hadits Munkar
January 16, 2011
Hadits Masyhur, Hadits Mustafidl, Hadits Aziz, Hadits Gharib
January 16, 2011

Hadits Mardud Disebabkan Gugurnya Sanad

Maksud Gugurnya Sanad
Yang dimaksud gugurnya sanad adalah terputusnya rantai sanad (silsilatu as-sanad) dengan gugurnya sorang rawi atau lebih secara sengaja, baik dari sebagian perawi atau dari yang lainnya secara sengaja, baik pada awal sanad, akhir sanad ataupun di tengah-tengah sanad, baik gugur secara dhahir (tampak jelas) ataupun tersembunyi.
Macam-macam Gugurnya Sanad
Gugurnya sanad-dilihat dari aspek jelas atau tersembunyinya terbagi menjadi dua:

  1. Gugur secara dhohir. Ini termasuk gugurnya sanad yang bergabung dengan pengetahuan para imam hadits maupun orang-orang yang menyibukkan diri dengan ilmu hadits. Gugurnya sanad dapat diketahui dari tidak bertemunya antara rawi dengan gurunya; bisa karena tidak bertemu dalam satu zaman, atau berada dalam satu zaman namun tidak pernah bertemu dengan gurunya (tidak memiliki ijazah atau pun mandat). Karena itu, seorang pengkaji sanad hadits memerlukan pengetahuan tentang sejarah hidup para rawi, sebab di dalamnya terkandung penjelasan mengenai kelahirannya, waktu kematiaannya, periode mencari ilmunya, perjalanan-perjalanan yang dilakukannya dan semacamnya. Para ulama hadits telah menyusun istilah untuk menyebutkan gugurnya sanad secara dhahir dengan empat nama, berdasarkan tempat gugurnya sanad dan jumlah rawi yang gugur. Nama-nama tersebut adalah: hadits muallaq, hadits mursal, hadits mu’adlal, dan hadits munqathi’.
  2. Gugur secara tersembunyi: jenis ini tidak bisa diketahui kecuali oleh para imam hadits yang cerdas lagi kritis terhadap jalur-jalur hadits dan cacatnya sanad. Dalam hal ini terdapat dua istilah, yaitu: hadits mudallas, dan hadits mursal khafi.

Hadits Muallaq

Definisi

  1. Menurut Bahasa: merupakan isim maf’ul dari kata ‘alaqa, yang berarti menggantungkan, mengaitkan sesuatu atau menjadikan sesuatu tergantung. Sanadnya dinamakan dengan mua’llaq karena kesinambungannya hanya dibagian atas saja, sementara pada bagian bawahnya terputus. Jadilah seperti sesuatu yang tergantung pada atapnya.
  2. Menurut istilah: Hadits yang pada bagian awal sanadnya dibuang, baik seorang rawi ataupun lebih secara berturut-turut.
Baca Juga  Hadist 2 Keutamaan Berbakti Kepada Orangtua Terutama Ibu

Bentuk Hadits Muallaq

  1. Jika dibuang (dihilangkan) seluruh sanadnya, kemudian dikatakan –misalnya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda begini dan begini.
  2. Bentuk lainnya adalah jika dibuang seluruh sanadnya kecuali sahabat, atau kecuali sahabat dan tabi’in.

Contoh Hadits Muallaq
Hadits yang dikeluarkan oleh Bukhari dalam bagian pendahuluan topik mengenai paha, “Dan berkata Abu Musa, ‘Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menutup kedua lututnya tatkala Utsman masuk.’”

Ini hadits muallaq, karena Bukhari telah membuang seluruh sanadnya kecuali sahabat, yaitu Abu Musa Al-Asy’ari.
Hukum Hadits Mu’allaq
Hadits Mu’allaq hukumnya mardud (tertolak), karena hilangnya salah satu syarat diterimanya suatu hadits, yaitu sanadnya harus bersambung. Hadits mu’allaq adalah hadits yang dibuang (hilang) seorang rawi atau pun lebih dari sanadnya. Sementara kita tidak mengetahui keadaan rawi yang dibuang tersebut.

Hukum hadits Mu’allaq yang terdapat dalam kitab Shahihain
Hukum hadits muallaq yaitu mardud, berlaku bagi hadits ini secara mutlak. Namun, jika dijumpai hadits muallaq di dalam kitab yang sudah dipastikan keshahihannya –seperti kitab shahihain-, maka terdapat kekhususan hukum.

Hadits Mursal
Definisi

  1. Menurut Bahasa: merupakan isim maf’ul dari kata arsala, yang berarti melepaskan. Jadi, seakan-akan lepas dari ikatan sanad dan tidak terikat dengan rawi yang sudah dikenal.
  2. Menurut istilah, hadits yang gugur pada akhir sanad setelah tabi’in.

Gambarannya
Gambarannya adalah bahwa seorang tabi’in (baik tabi’in senior maupun junior) mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda begini-begini atau telah mengerjakan begini-begini, atau dilakukannya suatu perbuatan dengan kehadiran beliau begini-begini.” Bentuk seperti ini merupakan  mursal menurut pakar hadits.
Contoh Hadits Mursal
Hadits yang dikeluarkan Muslim dalam kitab Shahihnya, bab tentang jual beli yang berkata, “Telah bercerita kepadaku Muhammad bin Rafi’, telah menuturkan kepada kami Hujain, telah menuturkan kepada kami al-Laitsi, dari ‘Uqail dari Ibnu Syihab, dari Sa’id bin Musayyib bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang (jual beli) muzabanah.”

Baca Juga  Adab Periwayatan Hadits

Sa’id bin Musayyib merupakan tabi’in senior yang telah meriwayatkan hadits ini dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tanpa menyebutkan perantara antara dirinya dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Hadits ini gugur sanadnya di bagian akhir setelah tabi’in. Minimal, gugurnya sanad adalah pada sahabat, namun bisa saja terjadi pada sahabat bersama-sama dengan selain sahabat, seperti dengan tabi’in.
Hadits Mursal Menurut Fuqaha dan Ulama Ushul
Bantuk hadits mursal yang disinggung disini merupakan hadits mursal menurut para pakar hadis. Sedangkan bentuk hadits mursal menurut fuqaha dan ulama ushul lebih umum lagi. Menurut mereka, setiap hadits yang terputus sanadnya merupakan hadits mursal, dimanapun tempat terputusnya. Ini merupakan pendapat Al-Khattib.

Hukum Hadits Mursal
Pada dasarnya hadits mursal itu adalah dhaif dan mardud, karena hilangnya salah satu syarat dari syarat-syarat diterimanya suatu hadits, yaitu sanadnya harus bersambung. Hal itu disebabkan tidak diketahuinya keadaan rawi yang dibuang. Lagi pula, memiliki kemungkinan bahwa yang dibuang itu adalah sahabat. Dalam kondisi seperti ini, haditsnya menjadi dhaif.

Meskipun demikian, para ulama hadits dan yang selain mereka berbeda pendapat mengenai hukum hadits mursal dan pengunaannya sebagai hujjah. Hadits ini termasuk hadits yang terputus yang diperselisihkan tempat terputusnya pada akhir sanad. Sebab, pada umumnya gugurnya sanad itu pada sahabat, sementara itu seluruh sahabat adalah adil, tidak rusak keadilannya meski keadaan mereka tidak diketahui.
Mursal Sahabat
Yaitu perkataan atau perbuatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang diberitakan sahabat, padahal ia tidak mendengar atau menyaksikannya. Hal itu bisa terjadi karena mudanya usia meraka, atau masuk Islamnya terlambat, atau tidak kehadirannya. Pada jenis ini masih sangat banyak hadits-hadits (yang sampai) kepada sahabat junior, seperti Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, dan lain-lain.
Hukum Hadits Mursal Sahabat
Hadits Mursal Sahabat merupakan hadits shahih masyhur, yang ditetapkan oleh jumhur bahwa hadits itu shahih dan bisa dijadikan sebagai hujjah karena riwayat sahabat dari tabi’in itu sangat jarang. Jika sahabat meriwayatkan dari tabi’in, para sahabat pun menjelaskan. Apabila sahabat tidak menjelaskannya, dan berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,” maka pada dasarnya mereka telah mendengarnya dari sahabat yang lain. Dibuangnya sahabat tidak merusak.

Baca Juga  Sejarah Penyusunan Hadits

Ada yang mengatakan bahwa mursal sahabat itu seperti mursal yang lainnya dilihat dari sisi hukumnya. Pernyataan semacam ini lemah dan tertolak.
Kitab-Kitab yang Populer

  1. Al-Marasil karya Abu Daud
  2. Al-Marasil karya Ibnu Abi Hatim
  3. Jami’at At-Tahshil li Ahkami Al-Marasil karya Al-A’la

Daftar Pustaka
Thahan, Mahmud. 2006. Tafsir Musthalah Hadits terjemah: Abu Fuad. Bogor: Pustaka Tariqul Izzah