Karakteristik Rohani dalam Al-Qur’an
September 2, 2013
Penetrasi Amerika Melalui Tarekat-Tarekat Sufi (1)
September 4, 2013

Bagaimana Seharusnya Menyikapi Tragedi Berdarah di Mesir

Masya Allah… betapa miripnya kejadian semalam dengan peristiwa hari ini (pembantaian Mesir)  dan betapa jauhnya perbedaan sikap orang-orang yang berkaitan dengannya.

Jamaah Ikhwanul Muslimin (IM)  pada tahun 1982 melakukan demonstrasi (di Suriah,menuntut pemberlakuan syariat islam)  dan setelah itu terjadilah pembantaian besar-besaran yg dilakukan oleh pemerintah yg ketika itu dipimpin oleh Hafiz al -Asad,  sebuah pembantaian atas jamaah IM yg menelan korban antara 20 sampai 40 ribu korban tewas serta lebih dari 15 ribu korban hilang.

Pada saat itu bagaimanakah sikap al Imam Ibnu Baz rahimahullah ? …
Apakah beliau kala itu mengatakan:  “ini adalah fitnah ?”
Dengan alasan diatas apakah beliau mendiamkan tindakan kezhaliman itu? …
Apakah beliau mengatakan bahwa IM-lah yang bertanggungjawab karena mereka telah melakukan demo? …
Apakah beliau menelantarkan IM sebab mereka memiliki penyimpangan aqidah, atau justru menolong mereka atas orang-orang yang menzhaliminya? …
Apakah beliau mengabaikan kejahatan besar para pembantai itu dan mencela jamaah IM karena mobilisasi mereka terhadap massa? …
Apakah beliau menuduh media  sebagai biang kerok kerusuhan karena merekalah yang menyebarkan berita dan pemicu fitnah serta menyulut peperangan? …

Semoga Allah merahmati beliau (imam ibnu Baz)  dan menggantikan untuk ummat ini sosok seperti beliau yang tegar membela kebenaran dan menolong hamba-hamba-Nya.

Inilah teks surat beliau pada waktu itu :

Kepada yang mulia presiden Republik Arab Suria Hafiz al Asad .

Sungguh Majelis Tinggi Universitas Islam yg diselenggarakan di Madinah al Munawwarah dan dihadiri oleh delegasi dari para ulama kaum muslimin, tokoh-tokoh cendekiawan dari negara-negara Islam sangat terpukul dengan peristiwa yang terjadi di Suriah berupa pembunuhan, penyiksaan dan penangkapan kaum muslimin yang menuntut pemerintah setempat untuk memberlakukan syariat Islam. Sebuah kerusuhan yang dilatarbelakangi oleh peristiwa di Halab sebagaimana yang diberitakan oleh media pemberitaan resmi serta koran-koran Arab maupun luar negeri bahwa tragedi ini hanya terjadi antara sayap politik dalam negeri akibat dari keresahan mayoritas masyarakat atas dekadensi dan kemerosotan moral yang terjadi pada seluruh dimensi kehidupan atau akibat dari sekedar perbedaan loyalitas dan keberpihakan pada daerah/suku tertentu.

Baca Juga  Agar Do’a Kita Tidak Hanya Sekedar Kata-Kata

Sesungguhnya yang mesti segera dilakukan adalah menyelesaikan seluruh akar masaalah dari petaka ini, bukan justru berbelit-belit mendalami penyebabnya, sebagaimana harus pula diberikan dukungan semangat kepada para pemuda yg memiliki keikhlasan dan loyalitas kepada agama dan bangsa mereka, serta menghentikan seluruh upaya yang bertentangan dengan kehendak mereka dan tuntutan klannya seperti melakukan pemeriksaan dan interogasi yang menyudutkan mereka, demi menghindari konspirasi yahudi serta menjamin terciptanya persatuan dan kesatuan barisan kaum muslimin agar seluruh potensi kekuatan ini dapat diberdayakan sebaik mungkin untuk digunakan pada pertempuran sesungguhnya terhadap musuh yang senantiasa mengintai, dan sebagai upaya mendorong agar negeri Islam Suriah yang telah dikenal nilai-nilai historisnya dapat memainkan peranannya secara sempurna dalam jihad memerangi musuh-musuh Islam, sebuah perkara yang amat sangat penting dan urgen, terlebih setelah serangan-serangan kelompok pemberontak yahudi dan antek-anteknya yang mereka lakukan siang dan malam di wilayah Libanon bagian selatan untuk tujuan yang sangat terencana.

Sesungguhnya Majelis Tinggi Jamiah Islamiyah sangat amat menyesalkan terjadinya tragedi di negeri mulia ini berupa pembantaian berdarah atas orang-orang yang menuntut sebuah perkara yang sesungguhnya merupakan kewajiban yang mesti ditegakkan oleh setiap pemerintah yang beriman kepada Alloh dan RasulNya berupa penegakan syariat Islam serta berupaya mengembalikan keadaan kaum muslimin yang sebelumnya sangat mulia, kuat dan disegani ketika ummat ini menghadirkan untuk dunia sebuah peradaban yang sangat tinggi nan agung yang pernah dikenal oleh manusia.
Majelis Tinggi Universitas Islam Madinah amat sangat terkejut ketika disebuah negara Islam (Suriah) seruan penegakan syariat ini dianggap sebuah kriminal yang mengharuskan para penyerunya untuk ditangkap, disiksa bahkan dibunuh tanpa memberikan sedikitpun kepada para terduga itu kesempatan untuk membela diri mengungkap hakikat perkaranya.

Baca Juga  Ga Perlu Menunda Bahagia

Sesungguhnya kami mendesak kalian dan kepada seluruh pemilik wewenang di seluruh negara-negara Arab dan negara-negara Islam untuk segera menyatukan barisan diatas kalimat Alloh, guna menegakkan syariatNya, menyiapkan persenjataan dan membangun kekuatan dibawah naungan Aqidah islam, mencintai perjuangan jihad dan mati syahid, sebab hanya itulah jalan meraih kemenangan dan kejayaan.
Allah berfirman:  QS.Yusuf:  21

والله غالب على أمره ولكن أكثر الناس لا يعلمون


“Dan Allah Maha Kuasa memenangkan urusanNYA, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita semua untuk mentaatiNya dan memberikan kepada kita kemaslahatan bagi negeri kita dan penduduknya.

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Ketua Majelis Tinggi Universitas Islam Madinah Al-Munawwarah

Sumber : alinshof.com (diedit seperlunya dengan tidak mengubah isi konten)