Hadirnya wanita di masjid dan keutamaan shalat Wanita di rumahnya
April 29, 2017
Shalat Berjama’ah
April 30, 2017

Bolehkah Memberikan Daging Kurban Kepada Orang Kafir?

Ulama Madzhab Maliki berpendapat makruhnya memberikan daging kurban kepada orang kafir. Imam Malik mengatakan: “(diberikan) kepada selain mereka (orang kafir) lebih aku sukai.” Sedangkan Syafi’iyah berpendapat haramnya memberikan daging kurban kepada orang kafir untuk kurban yang wajib (misalnya kurban nadzar, pen) dan makruh untuk kurban yang sunnah. (Fatwa Syabakah Islamiyah No. 29.843).

Imam Al-Baijuri As-Syafi’i mengatakan dalam Al Majmu’ Syarhul Muhadzab disebutkan, boleh memberikan sebagian kurban sunnah kepada kafir dzimmi yang miskin. Tapi ketentuan ini tidak berlaku untuk kurban yang wajib.” (Hasyiyah Al Baijuri 2:310).

Lajnah Daimah (Majlis Ulama Arab Saudi) ditanya tentang hukum memberikan daging kurban kepada orang kafir.

Jawaban Lajnah:

“Kita dibolehkan memberi daging kurban kepada orang kafir mu’ahid baik karena statusnya sebagai orang miskin, kerabat, tetangga, atau karena dalam rangka menarik simpati merek. Namun, tidak dibolehkan memberikan daging kurban kepada orang kafir harby, karena kewajiban kita kepada kafir harby adalah merendahkan mereka dan melemahkan kekuatan mereka. Hukum ini juga berlaku untuk pemberian sedekah. Hal ini berdasarkan firman Allah:

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orangorang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al Mumtahanah 8)

Demikian pula Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memerintahkan Asma’ binti Abu Bakr radliallahu ‘anhu untuk menemui ibunya dengan membawa harta padahal ibunya masih musyrik.” (Fatwa Lajnah Daimah No. 1.997).

Kesimpulannya, memberikan bagian hewan kurban kepada orang kafir dibolehkan karena status hewan kurban sama dengan sedekah atau hadiah. Sementara kita boleh memberikan hadiah kepada orang kafir. Sedangkan pendapat yang melarang adalah pendapat yang tidak kuat karena tidak berdalil.

Baca Juga  Keistimewaan dan Kekhususan Hari Jumat