Renungan Terhadap Musibah
January 24, 2011
Berbakti Kepada Orang Tua
January 24, 2011

Kecemasan dan Ketakutan Alamiah

Kecemasan dan ketakutan biasa merasuki manusia, baik secara individual maupun komunal. Kecemasan psikologis akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya kemajuan peradaban material serta jauhnya manusia dari pemahaman dan pengamalan ajaran-ajaran Allah Ta’ala.

Beberapa penelitian mutakhir menguatkan pernyataan di atas. Pada tahun 1982, orang-orang Prancis telah mengonsumsi lebih dari seratus juta butir obat tidur dan obat penenang. Berbagai macam penyakit kejiwaan, problem sosial, dan tindakan bunuh diri merupakan kasus tertinggi yang terjadi di Negara-negara maju. Padahal, negera-negara maju tersebut telah menjamin masyarakatnya dengan kemakmuran material dan jaminan sosial sejak warganya lahir hingga meninggal. Allah Ta’ala berfirman,

“Barangsiapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang pedih.” (QS. Al-Jin: 17)

Kehidupan di dunia ini merupakan ujian dan cobaan. Sebaliknya, kehidupan yang kekal dan hakiki adalah kehidupan setelah kematian. Allah Ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya akhirat itulah sebenar-benarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (QS. Al-Ankabut: 64)

Seluruh aliran dalam psikologi, sosiologi, anthropologi, ekonomi, dan filsafat berusaha mencari jawaban tentang pertanyaan manusia seputar makna kebahagiaan hakiki. Sayangnya, hingga saat ini, mereka pun gagal menemukannya karena mereka berlepas diri dari ajaran agama (Islam). Dan mereka tidak akan mengerti inti suatu permasalahan dan solusi pemecahannya selama mereka masih berlepas diri dari ajaran agama. Padahal Allah Ta’ala dengan jelas telah  memberikan solusi,

“Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra’: 82)

Sumber:

Buletin An-Nafs Edisi 2

Diterbitkan oleh Islamic Psychology Learning Forum Fakultas Psikologi UGM

Baca Juga  Kaidah-Kaidah dalam Menghafalkan Al-Qur’an