Terus Berkarir Dalam Dakwah
July 7, 2014
Mengapa Bumi Jadi Begini?
July 8, 2014

Surat Terbuka Untuk Kaum Muslimin: Mengapa Memilih Prabowo-Hatta (Bagian 1)

oleh Andi Muhammad Akhyar, S.Pd*

Delapan alasan Umat Islam memilih Prabowo-Hatta dalam pemilu hari Rabu, tanggal 9 Juli 2014.

  1. Janji seorang pemimpin

Saat kampanye memperebutkan kursi 01 Jakarta, Jokowi berjanji untuk menjalankan amanah rakyat DKI Jakarta selama lima tahun. Itu adalah janji dan janji seharusnya ditepati. Namun, lihatlah bukti nyata di depan kita, belum cukup setengah periode menjalankan amanah rakyat, Jokowi langsung melupakan janjinya. apakah itu sikap seorang ksatria? Apakah itu sikap seorang pemimpin sejati?

Setelah rakyat Solo yang telah memepercayainya dikhianati dengan meninggalkan amanah rakyat di tengah jalan, kini rakyat Jakarta kembali akan merasakan penghianatan yang sama sebagaimana pengkhianatan yang telah dilakukannya di Solo. Bahkan kali ini lebih parah, karena belum cukup setengah periode, belum ada perubahan yang dihasilkan, kembali ia mau mengkhianati amanah rakyat.

  1. Situs Islam Vs Situs Sekular

Coba lah Anda membuka situs-situs islam, adakah satu situs islam yang mendukung Jokowi? Kemudian tengoklah media-media kafir, media media liberal, media-media anti islam, kemana kah arah dukungan mereka? Media islam mendukung Prabowo dan media kafir, media liberal, mendukung Jokowi. Mengapa? Para wartawan media adalah orang yang sangat paham fakta yang ada di balik setiap berita. Mereka tau orang-orang di belakang jokowi, serta tahu konspirasi dan rekayasa jokowisme di seluruh media kafir dan liberal tanah air.

  1. Asing dan Aseng

Jokowi dikelilingi oleh orang-orang buruk (kapitalis, liberalis, asing dan aseng) dan Prabowo dikelilingi oleh-orang orang baik. Kira-kira, seorang Jokowi, dengan hanya seorang mantan walikota kecil, tiba-tiba bisa menasional? Siapa dibelakangnya? iklan begitu banyak, siapakah yang mendanainya?

Sebuah sejarah terjadi. Baru kali ini, ada seorang walikota di sebuah kota kecil, namun ia disorot oleh kamera TV nasional mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Dana dari mana? Kok bisa begitu? Tidak kah anda memperhatikan adanya aktor intelektual di balik meroketnya nama Jokowi?

Kemudian, apakah asing dan aseng ingin hanya sekedar menghambur-hamburkn modal mereka unruk mendukung Jokowi tanpa ada timbal balik nya? Bila Jokowi presiden, maka sebagai balas budi, kemungkinan besar negeri ini akan dikuasai oleh asing dan aseng.

Coba bandingkan dengan Prabowo yang dikelilingi oleh orang-orang baik, partai-partai islam, ormas-ormas islam, para cendikiawan dan tokoh intelektual tanah air. Kalau pun ada timbal baliknya, tentu timbal baliknya untuk kaum muslimin pula.

“Seseorang bergantung agama temannya maka hendaklah ia memeperhatikan dnegan siapa ia berteman.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

  1. Jokowi = Ibu Risma?

Keberanian bu risma melawan partai nya sendiri untuk menutup tempat lokalisasi terbesar di asia tenggara `Dolly-dolly` membuka mata kita bahwa Jokowi pun, meskipun diusung oleh PDIP akan dapat melakukan hal yang sama sebagaimana ibu risma”

itu harapan sebagian orang yang paham betul dengan hakikat PDIP namun memperjuangkan Jokowi-JK sengai preisden dan wakil presiden RI.

Boleh jadi memang, namun tunggu dulu. Coba lihat track record keduanya. Ibu Risma, memang sejak dulu sering berbeda pandangan dengan partainya (tidak tunduk pada Megawati). Kebijakan-kebijakan ibu risma, bukan berdasarkan keinginan partainya, namun berdasar pada kebutuhan rakyat dan petunjuk dari Allah melalui hati nurani beliau, Adapun Jokowi, pernahkah Jokowi membantah perintah megawati/PDIP? Jikalau sejak sebelum menjadi presiden atau saat menjadi gubernur/walikota selalu tunduk kepada megawati (baca:PDIP), apakah serta merta akan berubah saat menjadi presiden?

Perlu dikethui pula saudaraku, sejak dulu memang bu Risma pro dengan islam, dekat dengan ulama, selalu meminta pandangan dan dukungan para ulama dan ormas islam. Bandingkah dengan Jokowi, seberapa pro jokowi dengan islam? Nyaris nol. Sudah dua moment pemilu, Jokowi selalau mau berpasangan dengan non muslim; Solo dan Jakarta. siapakah ulama yang dekat dengan Jokowi? Pernahkah jokowi meminta dukungan para ulama atau ormas islam? Ini menunjukkan tidak adanya loyalitas Jokowi dengan islam dan rendah nya sikap wara`(keberpihakan-ed) beliau dengan non muslim. Gunakan logika saudaraku.

  1. Jokowi-JK

Keberadaan JK yang dekat dengan para ulama, yang sumbangsihnya pada Islam di Indonesia tidak diragukan lagi. Kapasitas dan kinerja beliau selama ini memang luar biasa. Dengan track record itu, boleh jadi memang JK mampu untuk mengimbangi kekuatan asing dan aseng yang berada di belakang Jokowi serta mengontrol pemerintahan Jokowi kelak saat terpilih.

Kemungkinan itu memang ada saudaraku., namun peluangnya sangat kecil. Sehebat-hebat-nya JK, beliau hanya sendiri melawan banteng-banteng liar PDIP. Beliau hanya sendiri untuk harus melawan kebijakan-kebijakan anti islam PDIP. Beliau hanya sendiri untuk melawan kekuatan asing dan aseng yang salama ini menyokong `dakwah politik` Jokowi sejak dari Solo hingga pertarungan RI 1. Secara logika matematis, nyaris mustahil saudaraku.

Mari bandingkan jika Prabowo menjadi RI 1. Track record-nya untuk umat dan bangsa memang tak secemerlang JK, namun komitmennya pada Islam pun tak main-main. Terlebih, beliau dekat dengan para ulama, dekat dengan partai islam, didukung oleh mayoritas partai islam, didukung oleh seluruh ormas islam. Sinar karyanya untuk islam memang tidak seterang Jusuf Kalla, namun ada sinar-sianr lain yang terus menambah energi sinarnya, memberikan harapan untuk umat; dukungan partai islam, ulama, cendekiawan. Adapun Jususf Kalla, sinar karyanya pada islam memang begitu terang, namun disekelilingnya terdapat banyak energi-energi hitam yang selalu ingin meredupkan bahkan memadamkan cahaya islam nya.

“ Dan mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut dan ucapanmereka…” (QS. As Shaf: 8)

Bersambung Insyaa Allah…..

Baca Juga  Hadis 2 Kitabul Jaami' : Melihat Kepada yang Lebih Rendah (3)