Syarat Jilbab Syar’i
November 19, 2015
Dan Sebaik-baik Pakaian adalah Pakaian Ketaqwaan
November 21, 2015

Jilbab Budaya Arab?!

Jilbab adalah budaya Arab, inilah pendapat sebagian muslimah yang sampai hari ini belum berjilbab. Mereka berpendapat bahwa jilbab hanya untuk digunakan di negara Arab, sehingga ketika mereka ke negara Arab mereka akan mengenakan jilbab, namun ketika sudah keluar dari negara tersebut, mereka beramai-ramai menanggalkan jilbab mereka.

jilbab budaya arab

Tidak heran jika hari ini kita melihat orang-orang berangkat umrah ataupun berhaji, mereka berbondong-bondong mengenakan jilbab-jilbab mereka namun ketika pulang, mereka meninggalkan jilbab-jilbab tersebut. Dan tidak heran pula, ketika berada di pusat perbelanjaan negara kita, di mall misalnya kita melihat orang Arab namun mereka tidak berjilbab.

Menanggapi anggapan tersebut, izinkan kami bertanya; Yang manakah yang lebih dahulu ada, orang Arab atau agama Islam? Jawabannya tentulah orang Arab. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bukanlah orang Arab pertama. Sebelum beliau dilahirkan, bahkan jauh sebelum Islam datang orang Arab telah tumbuh dan berkembang dengan budaya yang mereka miliki.

Jika jilbab dikatakan sebagai budaya Arab, maka itu berarti jilbab sudah ada lebih dulu sebelum agama Islam datang, maka itu berarti wanita Arab telah memakai jilbab sebelum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan hal tersebut. Tapi apakah benar demikian kenyataannya?

Allah Subhana wata’ala berfirman:

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’…” (Q.S. Al-Ahzab[33]: 59)

Para ulama menerangkan bahwa ketika ayat tersebut diturunkan oleh Allah, ketika perintah berjilbab disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, maka seketika itu pula wanita-wanita muslim menarik tirai-tirai yang mereka miliki untuk menutupi tubuh mereka dari atas kepala hingga menjulur menutupi tubuh.

Mari cermati ayat ini dengan sebaik-baiknya. Sungguh ayat ini telah cukup mengabarkan dan menjelaskan kepada kita semua dengan sejelas-jelasnya bahwa JILBAB BUKANLAH BUDAYA ARAB! Sekiranya jilbab adalah budaya Arab, sekiranya sejak dulu wanita Arab mengenakan jilbab, maka tentulah Allah tidak perlu menurunkan ayat tersebut, maka tentunlah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak perlu menyampaikan perintah tersebut.

Baca Juga  Apakah dibolehkan berpuasa setelah pertengahan bulan sya’ban ?

Karena itu, dengan akal yang sehat dan hati yang lurus, kita tentu bisa menyimpulkan sendiri bahwa Jilbab bukanlah budaya Arab melainkan budaya Islam, aturan (syariat) Islam yang harus dilaksanakan oleh semua wanita beragama Islam (yang telah baligh) di manapun berada, baik ia tinggal di negara Arab maupun di neraga lainnya.

Wallahua’lam.

_Ukhty HD_

(Diedit ulang, diam-diam tatkala teman mulai pulas. Jogja 20/11/2015)