|
Salah satu perdebatan teologi yang tajam tapi unik di kalangan kristiani adalah polemik nama Tuhan yang mereka pakai dalam kitab suci. Di Indonesia dan Malaysia, umat Kristen masih sibuk mencari identitas teologi, siapa sejatinya nama Tuhan mereka? Di Indonesia, beberapa aliran gereja yang ingin membuang nama “Allah” dari kitab suci dan gereja. Kelompok yang paling getol menyuarakan ide ini adalah Jemaat Beth Yeshua Hamasiah Jakarta. Dalam buku saku Siapakah Yang Bernama Allah Itu? Mereka menyerukan kepada umat Kristen untuk membuang nama Allah dari kekristenan dan harus diganti dengan Yahweh dan Elohim, karena Allah adalah nama dewa bulan.
|
|
Read more...
|
|
|
LPPOM MUI sebagai lembaga sertifikasi halal melakukan audit atau pemeriksaan administrasi, dan lapangan yang komprehensif. ''Pemeriksaan itu mencakup bahan baku dan bahan-bahan lainnya, pemrosesan sampai pengemasan dan transportasi. Hasil dari audit lapangan ini kemudian dilaporkan kepada Komisi Fatwa MUI untuk ditetapkan statusnya dalam bentuk Fatwa MUI,''tandas Lukmanul Hakim, Direktur LPPOM MUI di Jakarta, Selasa (22/12).
|
|
Read more...
|
|
Oleh: Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi
" Our goal is a Christian nation. We have a Biblical duty, we are called by God, to conquer this country.. We don't want equal time. We don't want pluralism." Randall Terry, Founder of Operation Rescue. Itulah sekelumit cetusan hati seorang penganut Kristen. Randall mungkin terlalu keras dan dicap intoleran. Tapi apa salahnya orang berda’wah jika itu perintah. Mestinya, dalam masyarakat yang plural, pernyataan Randall adalah jamak.
|
|
Read more...
|
|
Manusia bukanlah sosok makhluk yang sempurna. Ia senantiasa terjerumus dalam lupa dan dosa. Tak pernah sedikitpun ia kan terluput dari segala macam kesalahan. Salah, menjadi suatu hal yang dibenci, namun merupakan suatu keniscayaan yang akan manusia alami. Akan tetapi, kesalahan dalam suatu kemaksiatan memberi citra yang kelam bagi diri seseorang. Kemaksiatan tidak hanya menghapuskan akumulasi pahala yang telah kita kumpulkan, namun terkadang pula menjadikan seseorang putus asa untuk meraih tujuan hidupnya. Acapkali seseorang yang terbelenggu dalam maksiat menjadi hilang dalam menggapai asa, seolah runtuh sudah pondasi kebajikan yang selama ini ia bangun dengan jerih payah. Kemaksiatan memang selalu menghantui manusia dengan derita. Derita berupa siksa dan azab yang siap turun entah dari langit atau bumi datangnya. Padahal, pada saat kita terjerat dalam kemaksiatan, kita tentu belum siap untuk menghadapi kebinasaan.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>
|
|
Page 1 of 5 |